Teddy Gugat Pra Peradilan dan Perdata Balai Gakkum KLHK Kaltim, Ini Soal Kredibilitas

oleh -333 Dilihat
Teddy Rakhmat saat di Pengadilan Negeri Tenggarong. Foto: Hardin

BERITAKALTIM.CO- Pengusaha kayu dari Kutai Barat Teddy Rakhmat melancarkan serangan bertubi-tubi kepada petugas Balai Gakkum KLHK (Pengamanan dan Penegakkan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) Kaltim. Setelah mengajukan pra peradilan di Pengadilan Negeri Tenggarong, kini kuasa Direktur CV Berkah Alam Mantar itu melancarkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Samarinda.

“Ini bukan soal tuntutan uang atau kerugian materi. Tapi soal kredibilitas saya selaku pengusaha dan juga organisasi yang saya pimpin di kutai barat, pemuda pancasila,” ujar Teddy kepada wartawan yang mewawancarainya, Kamis (3/8/2022).

Gugatan pra peradilan di Pengadilan Negeri Tenggarong yang semestinya disidangkan perdana pada hari Senin 1 Agustus 2022, ternyata batal digelar hakim karena pihak termohon dari Gakkum KLHK Kaltim tidak ada yang  hadir.

Sedangkan gugatan perdata yang dilancarkan ke Pengadilan Negeri Samarinda, disidangkan perdana, Kamis (3/8/2022). Sidang sempat dibuka oleh Hakim Ketua Muhammad Arif Nuryanto SH. Setelah membuka sidang hakim memutuskan untuk menunda karena ada surat dari pihak tergugat yang menyatakan tidak bisa hadir. Alasan tidak hadir karena sedang sibuk menyambut perayaan hari kemerdekaan.

“Kalau ditanya apakah saya kecewa, tentu saja saya kecewa. Kami menganggap pengadilan ini adalah jalan mendapatkan keadilan, tapi kok mereka tidak hadir,” ucap Teddy, pengusaha yang juga juga duduk sebagai Ketua MPC (Majelis Pimpinan Cabang) Pemuda Pancasila Kutai Barat ini.

Nama Pemuda Pancasila (PP) disebut-sebut oleh Teddy, lantaran dengan tegas dia mengatakan bahwa usaha industri kayu yang dilakukan perusahaannya melibatkan anggota PP di daerahnya. Setidaknya ada 100 anggota PP bekerja kayu secara legal (sah).

“Sejak dari penebangan hutan, bayar pajak dan penjualan semua kami lengkapi perizinan. Saya berusaha patuh hukum. Kami punya kontrak dengan perusahaan tambang mengenai sumber kayu,” cerita Teddy.

Masalah yang dialami Teddy berawal dari pengangkutan kayu oleh truk sekitar 10 meter kubik. Saat mobil mogok di jalur dua Tenggarong Seberang, datang petugas mengaku dari Gakkum KLHK dan memeriksa isi truk serta meminta dokumen.

Kejadian itu 18 Mei 2022 (sebelumnya diberitakan 19 Mei-red). Ketika supir truk memberikan kertas dokumen yang berisi barcode perizinan, ternyata petugas yang melakukan scanning barcode tidak bisa mendapatkan data perizinan. Karena itu petugas Gakkum langsung mengamankan truk dan kayunya serta STNK. Sedangkan supirnya dilepas dan tidak ada tersangka.

Akibat penangkapan truk itu Teddy Rakhmat datang mengakui kayu-kayu jenis meranti dan jenis kayu indah itu adalah milik perusahaan CV Alam Berkah Mantar. Dia membawa seluruh dokumen, termasuk dokumen master perizinan. Teddy mengajak petugas Gakkum ke instansi penerbit izin.

“Dan ternyata semua clear. Semua dokumen lengkap. Tapi kok truk dan kayu-kayu kami masih ditahan,” ujar Teddy,

Sementara pengacara Melcky Kapojos dan Yulius Patanan yang mendampingi Teddy menggugat pra peradilan di PN Tenggarong maupun menggugat perdata di PN Samarinda, ada surat yang disampaikan oleh pihak Gakkum KLHK kepada hakim. Surat itu mengatakan bahwa mereka tidak bisa hadir lantaran kegiatan 17 Agustus.

“Mereka siap hadir pada sidang berikutnya pada 18 Agustus,” ucap Yulius. #

 

No More Posts Available.

No more pages to load.