BERITAKALTIM.CO- Sekretaris Kecamatan Loa Janan, Kabupten Kutai Kartanegara, Afrizal, mengakui desa-desa di wilayah administratifnya banyak yang kreatif, dengan menciptakan desa wisata.
Fenomena itu terjadi, di mana para kepala desa bersama unsur pemerintahan desa dan masyarakatnya punya kesepahaman bersama untuk membangkitkan perekonomian desa. Menurut Afrizal, fenomena desa wisata sejalan dengan arahan Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah dan Wabup Rendi Solihin dengan visi Idaman (Inovasi, pemberdayaan dan mandiri).
“Juga sesuai dengan arahan dari pemerintahan presiden joko widodo,” ujar Afrizal kepada Wartawan Beritakaltim.co, baru-baru ini.
Di Kecamatan Loa Janan, wisata desa yang sudah ada diantaranya ada di Desa Loa Duri Ilir, Desa Batuah, Desa Purwajaya dan Desa Tani Harapan.
“Kita harapkan semua kepala desa dan pemerintahan desa bisa membangun kawasan desa wisata juga,” ucapnya.
Wisata desa adalah instrumen untuk mengembangkan sektor perekonomian desa, khususnya UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah). Umumnya, wisata desa dikelola oleh BUMDes (badan usaha Milik Desa) di mana pendapatan yang diperoleh dari pengoperasian kawasan wisata menjadi penghasilan desa juga.
Lebih penting lagi, karena adannya kawasan wisata akan mendorong tumbuhan sentra ekonomi baru. Seperti para pedagang makanan dan minuman, kerajinan dan lain-lainnya.
Di Desa Loa Duri Ilir, pendapatan dari desa wisata Gunung Salak sudah disepakati, sebanyak 10 persen untuk pembangunan desa, 30 persen untuk kesejahteraan pemerintahan desa termasuk RT dan 60 persen dikembalikan untuk pertambahan modal BUMDes. #
Comments are closed.