BeritaKaltim.Co

Pembukaan Lahan Tanpa Izin Jalan LKMD Batu Ampar Rugikan Warga RT 05

BERITAKALTIM.CO- Aksi pembukaan lahan tanpa izin yang terjadi di jalan LKMD RT 05 Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan utara berakibat fatal bagi 11 Kartu Keluarga (KK).

Ketika hujan turun mendapatkan kiriman air bercampur lumpur dan pasir hingga masuk ke dalam rumah dan merusak perabotan rumah tangga. Tidak hanya perabotan rumah tangga, keselamatan warga juga terancam jika hujan deras.

Pantauan media dilokasi, lahan cukup terjal posisi berada diatas yang rencananya oleh pengembang akan dibangun kawasan perumahan, tetapi diposisi bawah lahan merupakan kawasan lingkungan warga RT 05.

Ketua LPM Batu Ampar Fauzi Adi Firmansyah membenarkan bahwa penyebab banjir dilingkungan RT 05 diawali sejak adanya aktivitas pembukaan lahan oleh pihak pengembang perumahan sejak bulan September 2021 lalu.

“Diawali pengembang pertama buka lahan hanya mengantongi izin dari RT 04, setelah dilakukan land clearing, warga RT 05 terkena imbas banjir lumpur. Sempat ditegur dan dihentikan agar pengembang membuat siring terlebih dulu,” ucapnya ketika ditemui awak media, Sabtu (3/9/2022).

Dari pantauan media dilokasi, Pengembang memang membuat bangunan siring beton dengan ketinggian kurang lebih 3 meter sebagai pembatas, tetapi sangat disayangkan bangunan tersebut membahayakan rumah warga dan tidak sesuai prosedur. Tampak warga memasang beberapa kayu sebagai penopang siring beton tersebut.

Adi mengungapkan, setelah pengembang pertama dihentikan, mediasi bersama pihak pengembang sudah dilakukan kurang lebih empat kali agar mereka melakukan pembenahan dan membuat siring agar tidak ada pergeseran tanah dilokasi itu.

Kemudian pihak pengembang yang kedua menyetujui membuat batasan dengan siring beton tetapi bangunan tidak sesuai dengan prosedur, yang malah berakibat fatal untuk warga RT 05.

“Lokasi berada di RT 05 berbatasan langsung dengan RT 04. Batas ini berada di parit alam sekitar 2 meter. Setelah adanya siring beton ini terjadi penyempitan lebar kurang dari 1 meter. Siring beton sudah miring dan mengancam rumah warga. Saya tahu pihak pengembang mengejar waktu cepat, tapi tidak sesuai dengan prosedur. Jadi, yang kena imbas banjir di RT 05 meskipun ijinnya kepada RT 04,” katanya.

Setelah mendapatkan laporan warga RT 05 terkait banjir lumpur yang semakin parah, LPM Batu Ampar langsung koordinasi bersama Satpol PP Kota Balikpapan, DLH, Disperkim, Kecamatan, Kelurahan, dan pihak pengembang jumat (2/9/2021) yang akhirnya memberhentikan sementara
aktivitas lahan ini.

Dari hasil mediasi tersebut, disepakati seluruh aktivitas pengembang di stop sementara hingga pihak pengembang menyelesaikan persoalan dampak banjir yang terjadi di RT 05.

“Untuk sementara semua aktivitas pengembang dilahan ini di stop hingga ada perbaikan siring yang benar-benar sesuai dengan spek dari pengembang. Besok (Senin, (05/09/2022) akan di pasang plang resmi oleh Satpol PP,” jelas Adi.

Selain penutupan terhadap aktivitas lahan itu, lanjutnya, warga yang terdampak langsung dan tokoh masyarakat berencana membuat berita acara untuk melaporkan pihak pengembang ke Polresta Balikpapan.

“Pengembang yang kedua ini diduga hanya mengantongi izin prinsip untuk membangun perumahan, dan itu sudah saya lihat waktu mediasi. Izin prinsip itu hanya izin dasar, tidak boleh sebenarnya pihak pengembang membentuk lahan untuk membagun perumahan. Sedangkan yang kita lihat saat ini lahan sudah mulai dibentuk, artinya proses pengembang sudah berjalan, ini sudah menyalahi aturan. Kemudian, Site Plan belum ada termasuk UKL UPL nya juga belum ada,” ucapnya.

Adi mengaskan, dirinya sudah melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk tidak mengeluarkan izin turunan dari izin prinsip tersebut sebelum pihak pengembang menyelesaikan perbaikan siring yang berdampak langsung pada warga di RT 05.

“Kami juga dari lembaga sudah koordinasi dengan dinas perizinan dan dinas terkait lainnya perihal turunan dari izin prinsip itu untuk tidak dikeluarkan dulu, sbelum persoalan dilapangan diselesaikan dulu oleh pengembang,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Ketua RT 05 Iskantri mengatakan, beberapa KK terkena imbas pengelupasan lahan ini karena berbatasan langsung dengan pembatas siring beton dengan parit alam seluas 2 meter.

Adanya pembangunan siring beton, parit alam menyempit, mengakibatkan banjir lumpur dikawasan RT 05.

“Penyempitan saluran air ini jika tidak cepat ditangani banjir di khawatirkan bisa meluas. Karena saluran air ini yang dulunya lebar, sekarang sudah hampir tertutup. Sebelum ada aktivitas pengembang ditempat kami ini tidak pernah ada masalah banjir,” ujar Iskantri. #

Comments are closed.