BeritaKaltim.Co

Tol Samarinda – Bontang Tunggu Presiden Baru Tahun 2024

BERITAKALTIM.CO- Rencana pembangunan jalan tol Samarinda – Bontang yang pernah muncul wacananya, ternyata untuk sementara redup. Pemerintah masih mengalami kendala pembiayaan, termasuk yang utama proyek itu tak mungkin selesai hingga habisnya masa jabatan Presiden Jokowi tahun 2024.

Menurut Kepala Dinas PUPR-PERA Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, mengenai pembangunan jalan tol Samarinda–Bontang ada pada otoritas Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

“Sekarang progress-nya masih ada. Kabar terakhir, finalisasi dokumen dukungan dan model pembiayaan. Apakah pemerintah full atau seluruhnya investasi. Bisa juga pemerintah dengan investor. Masih belum ditentukan, namun mulainya tetap pada 2025,” ungkap Fitra kepada wartawan. Dengan demikian, tahun 2025 Indonesia punya Presiden baru hasil Pilpres 2024.

Dokumen perencanaan pembangunan jalan tol Samarinda–Bontang sedang dilengkapi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Setelah review penyusunan feasibility study (FS) alias studi kelayakan selesai, barulah Kementerian PUPR melengkapi dokumen lingkungannya.

Menurut Fitra, rencana pembangunan jalan tol Samarinda–Bontang tak lagi masuk daftar proyek strategis nasional (PSN) di Benua Etam. Hal tersebut terlihat dari Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) Bidang Perekonomian Nomor 9/2022 pada 22 Juli 2022 lalu.

Alasan dikeluarkannya proyek jalan tol Samarinda–Bontang dari PSN karena pengerjaan tol tersebut tidak bisa tuntas pada 2024. Sebab hingga detik ini, pengerjaan fisik juga belum dimulai sama sekali.

“Kalau sekarang tahapannya masih finalisasi dokumen dukungan. Kalau bicara masalah tol ini seluruh Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, mana lebih diprioritas dan paling penting itu biasanya dilihat dari jumlah lintas harian rata-rata (LHR),” tegas Fitra.

Menurut Fitra, biasanya pertimbangan tersebut dari LHR tersebut. Selain dilihat dari LHR, dampak terhadap tingkat pengembalian modal juga jadi pertimbangan.

“Kalau pengembalian terlalu lama, bisa jadi tak prioritas,” tutupnya. #HARDIN|ADV|DISKOMINFO KALTIM

Comments are closed.