BERITAKALTIM.CO- DPRD Kota Balikpapan menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian jawaban Wali Kota terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi terkait rancangan APBD Perubahan 2022.
Rapat paripurna tersebut di pimpin Wakil Ketua Budiono didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Sabaruddin Panrecalle dan subari dan juga dihadiri Anggota DPRD kota Balikpapan di Ruang Rapat Gabungan Lantai 2 Gedung Parlemen pada Rabu (7/9/2022).
“Ini agenda lanjutan dari rangkaian penyampaian rancangan APBD Kota Balikpapan tenntang Perubahan Anggaran Tahun 2022,” ujar Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Budiono.
Budiono mengatakan, nota penjelasan Wali Kota telah disampaikan pada 1 September 2022 dan fraksi-fraksi di DPRD juga telah menyampaikan pemandangan umum pada 5 September 2022.
“Sebagaimana kita dengarkan bersama dalam pemandangan umum nota penjelasan Wali Kota atas rancangan peraturan daerah Kota Balikpapan tentang perubahan APBD Tahun 2022 ,” ujarnya.
Budiono mengatakan, bahwa dari beberapa pemandangan fraksi-fraksi menyoroti terkait lahan pembangunan SMPN 25, Rumah Sakit Sayang Ibu (RSSI) Balikpapan Barat, seragam sekolah gratis, dan catatan kristis fraksi-fraksi diantaranya mengenai penurunan pendapatan asli daerah (PAD), kegiatan multiyeras hingga penangan banjir.
“Yakni pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu dan SMP Negeri 25 di Kecamatan Balikpapan Barat dan program penanganan banjir serta perihal lainnya yang penting untuk disoroti. Seperti program prioritas Wali Kota terkait pengadaan seragam sekolah gratis dan iuran BPJS kelas tiga yang belum terlaksana sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud memberikan penjelasan terkait catatan kritis maupun pertanyaan fraksi-fraksi DPRD dalam rapat parpurna terkait rancangan APBD Perubahan 2022.
Diantaranya mengenai pendapatan asli daerah (PAD), seragam sekolah yang molor, penanganan banjir, penerimaan peserta didik baru (PPDB), program BPJS gratis kelas 3, pembangunan rumah sakit Sayang Ibu dan SMP Negeri 25 di Balikpapan Barat.
“Terkait pengadaan seragam sekolah gratis masih dalam proses produksi. Dan untuknPersoalan lahan SMPN 25 sudah teregister sebagai aset Pemkot Balikpapan dengan luasan kurang lebih 16760 meter,” jelasnya.
“Mengenai lahan pembangunan Rumah Sayang Ibu (RSSI) meminta kepada warga membongkar rumahnya sendiri sebanyak 12 KK yang terdampak pembangunan tersebut, walaupun gugatannya masih berjalan sampai saat ini,”ucapnya.
Rahmad Mas’ud meminta kepada OPD jajaran pemkot Balikpapan bekerja secara maksimal dengan sisa waktu kurang lebih 4 bulan sampai akhir 2022. Walaupun sampai saat masih ada program belum bisa direalisasikan akibat terkendala keterbatasan anggaran.
Rahmad menyampaikan, terkait penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2022 yang ditargetkan Rp850 miliar lebih telah mengalami penurunan menjadi Rp.785,51 miliar. Turun sebesar Rp.64,48 Miliar atau 8,21 persen. “Ini diakibatkan adanya pada penurunan komponen ojek pajak PBB dan Minerba.
Pemerintah Kota sepakat agar OPD terkait dapat bekerja sama dalam meningkatkan disribusi, mengingat potensi penerimaan retribusi daerah yang sangat besar.
“Meminta kepada OPD jajaran pemkot Balikpapan bekerja secara maksimal dengan sisa waktu kurang lebih 4 bulan sampai akhir 2022. Walaupun sampai saat masih ada program belum bisa direalisasikan akibat terkendala keterbatasan anggaran,” ucapnya. #
Comments are closed.