BeritaKaltim.Co

Baim Kena Kutunya

AKTOR dan Youtuber Baim Wong kena kutunya. Gara-gara kutu dia dihujat nitizen. Ini untuk kesekian kalinya Baim, yang nama aslinya Muhammad Ibrahim menjadi sorotan publik. Dia berbuat sesuatu yang sepertinya mulia, tetapi mata lain melihat ada udang di balik batu. Lalu muncul istilah baru terutama di media sosial, yang menarik untuk kita kenal. Namanya eksperimen sosial atau social experiment.

Banyak pembuat konten seperti di YouTube, TikTok, Instagram, dan Facebook, yang sengaja atau tidak melakukan eksperimen sosial dengan konsep prank atau berpura-pura. Konten tersebut bertujuan untuk mengetahui reaksi orang atau nitizen. Tapi ujung-ujungnya untuk meraih keuntungan atau pendapatan, dengan cara menaikkan pengikut atau follower.

Konten Baim teranyar soal kebakaran di Simprug dan anak SD berkutu. Ketika terjadi kebakaran di Simprug, Jakarta Selatan, Baim dinilai datang ke sana hanya membuat konten. Foto-foto dan buat video lalu diunggah di medsos. Tapi tidak jelas jenis bantuan yang diberikannya.

“Sekarang lihat sudah ada berapa like? Subscribe? Sudah ratusan juta yang dia dapatkan dari konten ini doang. Dia yang dapat duit, kita yang sengsara,” kata seorang pria dalam tayangan salah satu TV dikutip dari @nenk_update, Jumat (2/9) lalu.

Baim sendiri mengaku memang tidak memberikan bantuan karena sudah banyak orang memberikan bantuan makanan. Dia sendiri merencanakan akan memberikan bantuan berupa bahan bangunan. Dan lagi menunggu koordinasi dengan Pak Lurah.

Selain soal kebakaran di Simprug, Baim juga disorot ketika dia mengunjungi seorang murid perempuan SD yang mempunyai kutu banyak di kepalanya. Anak itu bersekolah di SDN 01 Sewurejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Dia melihat melalui video yang diunggah akun TikTok @zeraazzahra, guru si anak, Ibu Zera tengah membersihkan kutu di kepala sang anak. “Semangat yang cantiknya Bu Guru. Harus dicek kebersihan rambutnya, agar kutu dan telurnya tidak berkembang lagi,” tulisnya di video tersebut, Rabu (7/9).

Baim merasa tertarik, lalu menemui mereka di sekolah dan bertemu dengan sang guru yang cantik, dan si murid yang berkutu banyak. Bahkan Baim juga mengunjungi rumah tempat tinggal si anak, yang bernama Tamara.

Alhamdulillah saya bisa datang, dan bisa berkenalan langsung dengan seorang wanita pekerja keras, yang dengan tangannya bisa menafkahi Tamara dan kakeknya,” ungkap Baim Wong.

Menurut guru Zera, ibu Tamara juga berkutu banyak. Maklum kehidupan mereka sangat memprihatinkan. Ibu Tamara bekerja sebagai pemulung. Tamara ditinggal ayahnya ketika ia masih dalam kandungan ibunya.

Kutu rambut atau Pediculosis capitis adalah parasit yang hidup di kulit kepala, yang mengakibatkan gatal. Umumnya ditemukan pada anak berusia 3-11 tahun. Biasanya karena kontak dengan orang lain termasuk ibu, yang sudah punya kutu. Parasit ini tidak terlalu bahaya, akan tetapi menimbulkan gatal dan iritasi. Dia bisa bertahan di kepala selama 30 hari.

Tidak jelas apakah Baim memberikan bantuan kepada Tamara setelah bertemu. Biasanya ada juga. Tapi yang jelas Baim dapat kecaman karena dianggap mengeksploitasi penderitaan atau kesulitan yang dialami orang lain.

Baim sendiri mencoba menepis tudingan itu. Bahkan sampai menangis. “Saya nggak pernah mau dibilang baik, saya nggak pernah mau dibilang bantu orang. Kita tidak sesempurna itu. Tapi karena emang kita suka,” katanya dengan wajah masygul.

Dia juga menegaskan bahwa dia tidak tahu kalau konten-konten miliknya itu, belakangan disebut social experiment. “Kenapa dikatakan social experiment. Gue aja ngga tahu, apa yang namanya social experiment. Gue aja juga enggak tahu, itu namanya prank,” kata Baim.

Tapi dalam keterangan sebelumnya, Baim mengakui mendirikan Tiger Wong Entertainment, rumah produksi yang bergerak dan fokus ke dunia konten kreator di platform YouTube. “Mulanya memang iseng. Tiba-tiba banyak yang bilang itu namanya prank. Social experiment lah. Memang kalau sudah trending, itu salah satu gongnya,” akunya.

Berkat usahanya ini, Baim dikenal sebagai Youtuber yang masuk lima besar di Indonesia setelah Atta Halilintar dan Rans Entertainment milik Rafii Ahmad. Kekayaannya dari hasil bisnis hiburan di media sosial mencapai Rp 200 miliar lebih. Konon dia bisa meraup penghasilan sekitar Rp 6 miliar per bulan. Tak jauh beda dengan Rafii.

MAKIN BANYAK

Publik awam memang mengenal social experiment sebagai prank berpura-pura seperti menjadi orang miskin, berpura-pura marah, berpura-pura dermawan, berpura-pura sakit, dan lainnya untuk mencapai tujuan tertentu.

Dalam arti sesungguhnya, eksperimen sosial atau social experiment adalah penelitian tentang dampak intervensi kebijakan terhadap masyarakat sosial, individu atau sekelompok orang tertentu dengan subjek interaksi antarmanusia secara nyata. Jadi tujuannya untuk evaluasi atau proses reformasi. Tapi faktanya dalam media sosial sebagai prank berpura-pura.

Menurut saya, social experiment makin meningkat pada tahun-tahun mendatang karena kita memasuki tahun politik, Pemilu serentak 2024. Semua calon, baik sengaja atau tidak, akan melakukan strategi ini demi meraih kemenangan atau mengumpulkan suara sebanyak-banyaknya.

Tiba-tiba saja orang mulai tampil sangat religius. Sangat dermawan dan rajin menghadiri acara-acara sosial seperti resepsi pernikahan dan bahkan melayat warga yang lagi berduka. Pokoknya berusaha tampil sebagai makhluk sosial yang punya perhatian tinggi.

Belum lama ini banyak disorot penampilan sejumlah tokoh dengan gaya busana sangat religius seperti menggunakan kopiah atau jilbab, padahal sebelumnya tidak pernah berpenampilan seperti itu. Mereka tiba-tiba jadi akrab atau berusaha mendekati dan memberikan perhatian kepada organisasi keagamaan atau kegiatan keagamaan.

Muhammadiyah menyoroti fenomena pelaku kejahatan atau kriminal tiba-tiba mengenakan pakaian syar’i seperti jilbab. Hal itu justru dianggap menjadi citra buruk bagi Islam. Karena itu, salah satu organisasi Islam terbesar ini meminta agar otoritas hukum membuat aturan penggunaan busana bagi terdakwa kejahatan.

“Para tersangka kerap mempertontonkan citra religius lewat busana. Tapi kemudian lenyap setelah menjalani masa hukuman,” kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad.

Pendiri dan mantan ketua umum Partai Hanura Jenderal (Purn) Wiranto pernah menyamar sebagai tukang becak, kenek bus, dan pedagang asongan ketika mau mengikuti Pilpres tahun 2014. Dia mengaku penampilannya yang berpura-pura itu, dilakukan agar bisa merasakan penderitaan rakyat.

“Pak Wiranto kemarin nyamar sebagai tukang becak, kenek bus, pedagang asongan, bukan untuk mencari uang. Tapi ingin merasakan bagaimana sakitnya rakyat kecil. Kalau ingin memimpin dengan baik dan berhasil, rasakan dulu penderitaan rakyat kecil,” begitu dalihnya.

Sayangnya Wiranto gagal jadi presiden. Sekarang ini, mantan panglima TNI ini harus puas menjadi ketua Dewan Pertimbangan Presiden. Yang penting ada kata-kata presidennya. Suer, bukan prank.(*)

*) Rizal Effendi, Wartawan senior Kalimantan Timur. Wali Kota Balikpapan dua periode (2-211-2021).

Comments are closed.