BeritaKaltim.Co

Syukri Ingatkan Penyusunan APBD Harus Disesuaikan dengan Kondisi Ekonomi Daerah

BERITAKALTIM.CO- Anggota DPRD Balikpapan Syukri Wahid meminta Pemkot Balikpapan agar berhati-hati dalam menyusun APBD 2023. Karena diikhatirkan saat dilakukan audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjadi temuan.

“Jangan sampai APBD yang sudah ditetapkan oleh DPRD dan Pemkot mengalami perubahan dengan beberapa alasan dan jika ada postur APBD yang sudah diperdakan lalu dirubah, seharusnya nanti ada konsideransinya,” kata Syukri Wahid kepada awak media, di Gedung Parlemen Balikpapan, Jumat (9/9/2022).

Syukri menyampikan, saat pembahasan Perubahan APBD 2022 target PAD 2022 sebesar Rp850 miliar lebih mengalami penurunan menjadi Rp785,51 miliar atau turun sebesar Rp64,48 miliar (8,21 persen).

Salah satu komponen yang mengalami perubahan PAD antara lain Pajak (Minerba) Bukan Logam sesuai Perda Nomor 9 Tahun 2010 yang ditargetkan sebesar Rp78 miliar hingga saat mengalami penurunan drastis.

“Dan ketika ada audit yang masuk, mempertanyakan mengapa saat menyusun perencanaan pendapatan, sudah pasti akan dikejar,” ucapnya.

Dari pantauannya, Apabila Pemkot mengajukan revisi maka tahun depan pasti ada justifikasi dari BPK yang akan memberikan koreksi terhadap perencanaan itu. Dengan revisi target pajak itu, ini merupakam sejarah baru bisa turun sebanyak itu.

“Jadi menurut saya, kita tinggal melihat justifikasi BPK, apakah dia akan memberikan koreksi terhadap perencanaan itu dan mengapa anda merencana seperti itu,”

Berdasarkan pendapatan tertinggi dari perda tersebut sebesar Rp5 miliar lebih yakni dari pembukaan lahan perluasan kilang Pertamina Balikpapan. Disisi lain Syukri Wahid mengingatkan dalam penyusunan APBD 2023 menyentuh angka Rp2,7 triliun.

Ini juga perlu kehati-hatian dan harus realistis sesuai kemampuan ekonomi daerah dan perkembangan ekonomi global saat ini.

“Bisa saja kondisinya berubah, akhirnya berimbas pada keuangan negara,”pungkasnya. #

Comments are closed.