BeritaKaltim.Co

Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas RTLH Disperkim Luncurkan Program Griyaku Balikpapan

BERITAKALTIM.CO- Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) meluncurkan program “Griyaku Balikpapan” sebagai upaya peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Kota Balikpapan, Rabu (14/9/2022).

Kegiatan peluncuran program tersebut dilaksanakan di Hotel Platinum Balikpapan yang juga dihadiri oleh Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud.

Kepala Disperkim Kota Balikpapan Afriansyah menyampaikan peluncuran Griyaku Balikpapan meruapakan aksi perubahan sebagai output dari pelatihan pimpinan nasional yang telah dilakukan kemarin di Samarinda.

“Ini merupakan strategi peningkatan rumah layak huni Kota Balikpapan yang dapat diartikan sebagai gerakan stimulan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni Kota Balikpapan,” ucapnya.

Griyaku Balikpapan diyakini mampu menjadi solusi untuk menangani 3 dari 5 isu strategis dalam RPJMD Kota Balikpapan tahun 2021-2026, yaitu untuk menurunkan RTLH, menerapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang perumahan, khususnya RTLH akibat bencana dan menurunkan angka backlog perumahan.

“Aksi perubahan ini dipastikan akan terus kontinu untuk mewujudkan perumahan dan kawasan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan,” tuturnya.

Launching Griyaku Balikpapan ini juga merupakan tahapan implementasi aksi perubahan jangka pendek selama 2 bulan ke depan hingga Oktober mendatang.

“Jangka menengahnya, akan ada pembentukan kelembagaan untuk kemudahan akses kepemilikan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), bekerja sama dengan perbankan dan pengembang perumahan,” imbuhnya.

Sedangkan, jangka panjang hingga 5 tahun ke depan, lanjutnya, untuk mengentaskan RTLH minimal 50 persen melalui peran serta multi pihak atau kolaborasi 5 unsur antara pemerintah, masyarakat, swasta, akademisi dan media guna memberikan pelayanan publik yang optimal untuk kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapa Rahmad Mas’ud mengingatkan stakeholder terkait untuk tidak mengeluarkan perizinan bagi pengembang tak tak memenuhi persyaratan.

“Pak RT, Disperkim,dan pertanahan ada diacara ini, saya mengingatkan untuk bangunan rumah pengembang, kalau betul-betul tidak sesuai persyaratan yang harus dipenuhi jangan sekali-kali diterbitkan izinnya, itu yang saya minta,” ujarnya

Rahmad menyampaikan, dampak yang terjadi jika persyaratan tidak dipenuhi, salah satunya dampak banjir. Dari pemgebang selalu mengindahkan persiapaan bozem untuk pengedali atau mencegah banjir.

“Karena ini dampak dari yang kita rasakan, bukan hanya yang rugi pemerintah tapi seluruh lapisan masyarakat akan mertasakan dampaknya,” ujarnya

Sebaliknya, dia juga mengingatkan jika ada stakeholder yang mempersulit perizinan jika persyaratan tidak lengkap, pengembang bisa lansgung melaporkan kepadanya.

“Jadi saya minta pengembang, kalau persyaratan lengkap, saya juga minta melaporkan ke saya, kalau di persulit di perlambat, sampaikan kepada saya,” ujarnya

Dia janji akan menindak tegas oknum yang coba menghambat investasi di daerah. Namun kembali lagi dia menegaskan, jika persyaratan belum lengkap, jangan memaksa.

“Saya akan menindak oknum yang mempersulit perizinan perngurus perizinan, investasi di Kota Balikpapan, itu komitmen saya. Tapi sebaliknya juga jangan pernah memaksa meminta perizinan kalau juga persyaratan belum lengkap,” katanya.

Dia juga mengajak, investor ataupun swasta termasuk stakeholder untuk bersinergi. Dia memahami, jika pengusaha ingin semua proses perizinan cepat, namun tetap penuhi persyaratan.

“Mari kita sama-sama saling bersinergi, saling mendukung. Saya juga tahu, pingin cepat, saya tahu karena latar belakang saya sebagai pengusaha ,” ucapnya.

Comments are closed.