BeritaKaltim.Co

Sertijab Kepala BPK-RI Kaltim, Nidya Listiyono: Semoga Mendorong Kinerja Pemprov

BERITAKALTIM.CO- Kepala Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Kalimantan Timur kini resmi dijabat oleh Agus Priyono menggantikan Dadek Nandemar, Jumat (23/9/2022).

Serah terima jabatan (Sertijab) Kepala BPK-RI Perwakilan Kaltim tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara Sertijab dan penyerahan buku memori masa jabatan yang disaksikan langsung Anggota VI BPK-RI Dr Pius Lustrilanang dan Gubernur Kaltim H Isran Noor di Auditorium BPK RI Perwakilan Kaltim Jalan M Yamin, Kota Samarinda.

Ketua Komisi II DPRD Kaltim membidangi keuangan daerah Nidya Listiyono yang hadir juga, turut menyampaikan ucapan selamat atas berlangsungnya Sertijab Kepala BPK-RI Perwakilan Kaltim.

“Selamat datang pak Agus selamat bertugas di Kaltim dan bersinergi dengan seluruh instansi eksekutif dan legislatif semoga memang sebagai lembaga yang membantu mengawasi proses kerja dari Pemerintah dan DPRD,” kata pria yang kerap disapa Tio ini.

Tio berharap, dengan adanya pimpinan baru, kinerja pemerintahan khususnya di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim bisa lebih baik, diberikan arahan pula terkait temuan dan bahkan menjadi modal awal untuk kemudian memacu pencapaian kinerja hingga 90 persen ke atas.

“Dari capaian audit progresnya tadi disampaikan luar biasa. Semoga dengan Ketua BPK yang baru bisa terus berprogres dan kalau bisa di atas 90 persen. Artinya semakin sedikit temuannya,” tutur Tio.

“Karena tentu sebagai lembaga yang secara independen dari pemerintah pusat untuk mengawasi kinerja pemerintah provinsi yang kemudian menjadi partner (rekan kerja) agar tidak keluar dari aturan yang ada,” tandasnya.

Sementara Gubernur H Isran Noor menyampaikan apresiasi dan terima kasih terhadap dukungan kerja sama yang dibangun Kepala BPK RI Perwakilan Kaltim terdahulu Dadek Nandemar selamat ini untuk Benua Etam.

“Ada pekerjaan yang belum ditindak lanjuti yang memang keterkaitan terutama belum ada penyelesaian kepada pihak ketiga dan sebagainya, tetapi sedikit saja dan kurang dari 10 persen. Ini lumayan. Bahkan kita masih bagus dari segi kapasitas dalam hal penyelesaian hasil audit BPK,” kata Isran Noor. #

Comments are closed.