Ali Hamdi: Pemerintah Perlu Pertimbangkan Dampak Sosial Ekonomi Akibat Kenaikan Harga BBM

oleh -
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Ali Hamdi ZA. Foto: Dokumentasi laman website DPRD Provinsi Kaltim, Rabu (28/9/2022).

BERITAKALTIM.CO – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi belakangan memicu dampak secara langsung terhadap masyarakat. Sebabnya kenaikan harga BBM menjadi perhatian banyak pihak.

Bagaimana tidak, kenaikan harga BBM biasanya diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya yang membuat berat masyarakat. Terkait masalah sosial, harga BBM yang naik akan berimbas pada sektor lini bisnis. Mulai dari tingginya biaya produksi, meningkatnya biaya transportasi hingga biaya lain sebagainya.

Kenaikan harga BBM juga menarik perhatian anggota Komisi III DPRD Kaltim, Ali Hamdi ZA. Dia meminta pemerintah untuk kembali mempertimbangkannya, sehingga harga BBM boleh diturunkan.

“Melalui fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), terus mendorong agar pemerintah pusat segera melakukan revisi ulang terhadap kebijakan BBM,” kata Ali saat dihubungi awak media melalui telepon seluler, Jumat (23/9/2022).

Anggota Badan Musyawarah ini mengatakan, pihaknya dari Fraksi PKS juga akan memberikan masukan langsung kepada DPR RI dan menerangkan bahwa kondisi masyarakat saat ini betul-betul terpuruk akibat dari kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi.

“Yang jelas kita hanya memberikan dorongan kepada pusat, bahkan kalau perlu PKS melakukan hearing kepada kementerian yang menangani Sumber Daya Manusia (SDM),” tandas pria kelahiran Lamongan tersebut.

Menurutnya, jika pemerintah benar perduli terdahap masyarakat, maka pemerintah sudah semestinya memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan rakyat.

“Kalau betul pemerintah peduli masyarakat maka pemerintah juga harus memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan rakyat, saat ini hampir semua kebutuhan pokok rakyat melambung tinggi,” tegasnya.

Untuk diketahui, pemerintah secara resmi mengumumkan penyesuaian harga BBM jenis solar, pertalite dan pertamax. Masing-masing menjadi Rp 6.800 per liter untuk solat, Rp 10.000 per liter untuk pertalite dan Rp 16.500 per liter untuk pertamax. #ADV

No More Posts Available.

No more pages to load.