BKSP DPD RI Buka Forum Sinergi Duta Besar dan Daerah, Mahyudin Sebut Kaltim Penyumbang Devisa Terbanyak

oleh -176 Dilihat
Forum Sinergi Duta Besar dan Daerah dengan mengusung tema "Memperkuat Rantai Nilai Global (Global Value Chains) Industri Kalimantan Timur dalam Kemitraan Ekonomi Indonesia dan Belanda", di Ballroom Hotel Novotel Balikpapan, Kamis (22/9/2022). Foto :Thina/Beritakaltim.co

BERITAKALTIM.CO- Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mengelar Forum Sinergi Duta Besar dan Daerah dengan mengusung tema “Memperkuat Rantai Nilai Global (Global Value Chains) Industri Kalimantan Timur dalam Kemitraan Ekonomi Indonesia dan Belanda” di Ballroom Hotel Novotel Balikpapan, Kamis (22/9/2022).

Wakil Gubernur Hadi Mulyadi mengatakan, pemindahan IKN di Kaltim dapat membuat keadilan pembangunan di luar pulau Jawa, karena akan ada pembangunan pesat tidak hanya Kaltim tapi seluruh Kalimantan, Sulawesi dan di Indonesia Timur.

“Karena itu, kami berharap rekan-rekan DPD untuk bisa memberikan dukungan,” kata Hadi.

Menurutnya, Kaltim setiap tahun menyumbang Rp500 triliun sampai Rp700 triliun untuk APBN. Sebab aturan itu ke pusat dulu baru kembali dalam bentuk Dana Bagi Hasil (DBH).

“Makanya Kaltim dulu pernah bersama Pak Mahyudin, kita meminta otonomi khusus seperti Aceh, Papua Barat, DKI Jakarta, Jogja, tapi itu ditolak. Kita juga pernah minta revisi DBH Migas yang hanya 15,5 persen untuk ditingkatkan 30 – 50 persen, minimal 40 persen ditolak juga sama Mahkamah Konstitusi (MK),” ucapnya.

Hadi menyampaikan, dengan pemindahan IKN ini merupakan keputusan luar biasa yang akan merubah skema pembangunan ekonomi sosial politik sehingga kesempatan membangun Kaltim dan Indonesia.

“Di Kaltim ada 3 Ibukota, Samarinda ibukota Provinsi Kaltim, Balikpapan ibukota Kalimantan, dan PPU ibukota negara. Oleh karena jika ke Kaltim tidak mendatangi 3 daerah itu serasa tidak sah,” tutupnya.

Wakil Ketua DPD RI, Mahyudin berharap dialog ini dapat dimaksimalkan dan bukan hanya kegiatan harian yang tidak ada manfaatnya, khususnya untuk masyarakat Kaltim.

“Sehingga tidak berhenti di sini, harus ditindaklanjuti mungkin nanti ada koneksi dengan kedutaan Belanda dalam bentuk MoU, apa yang bisa kita jual dari sini,” tuturnya.

Dengan demikian, kata Mahyudin, BKSP ini harus terus bergerak. Sebab seluruh daerah di Indonesia itu perlu diperjuangkan untuk bisa mandiri dan kuat, apalagi Kaltim merupakan daerah penyangga utama IKN.

“Begitu juga dengan seluruh sekitar Kaltim, karena jujur Kaltim ini kaya Sumber Daya Alam (SDA). Tetapi ada juga yang tidak dimiliki, misalnya bahan pokok (bapok) yang masih impor, bahkan batu koral dan pasir pun juga sama demikian. Namun kami adalah bumi yang kaya minyak bumi, gas, batu bara, sawit, makanya betul yang di katakan Wagub, kita menyumbang devisa besar sekali,” katanya.

Mahyudin juga menyayangkan SDA Kaltim masih banyak yang dikirim ke luar dalam bentuk iron material, sehingga Indonesia sangat sulit keluar dari status negara ekonomi menengah atau terjebak dalam medium income trap.

“Saya berharap forum sinergi ini akan menjadi dialog untuk memetakan potensi dan kerjasama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dengan kerajaan Belanda. Apa yang kami sampaikan tadi secara garis besar potensi Kaltim masih sangat banyak,” pungkasnya. #

No More Posts Available.

No more pages to load.