Peralihan Kompor Listrik, Samsun: Ketersediaan Listrik Harus Terjamin Terlebih Dahulu

oleh -
Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun pada 8 September 2022 lalu. Foto: Frisca/beritakaltim.co

BERITAKALTIM.CO – Pemerintah melalui PLN (Perusahaan Listrik Negara) belum lama ini mengusulkan untuk mentransformasi penggunaan kompor gas ke kompor listrik. Rencana tersebut pun menarik perhatian Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun. Kata dia, akan lebih bagus kalau ketersediaan listrik telah terjamin.

“Ketersediaan listrik kita yang harus terjamin terlebih dahulu. Karena kalau ketersediaan listrik kita ini sudah over power, saya pikir menjadi hal yang bagus kalau kemudian menjadi energi hemat,” jelas Muhammad Samsun, Sabtu (24/9/2022).

Menurut pria kelahiran Jember ini, pemerintah perlu dicermati lagi mengenai bahan baku listrik apa yang digunakan saat ini. Apakah sudah menggunakan energi baru dan terbarukan atau masih energi fosil.

Sebab jika masih bergantung menggunakan energi fosil seperti tenaga diesel dan sebagainya, sambung anggota fraksi PDI Perjuangan ini, tentu memiliki keterbatasan yang semakin lama akan menyebabkan high cost (harga tinggi).

Namun kalau energi listrik saat ini yang digunakan ialah energi baru terbarukan seperti halnya tenaga matahari, tentunya akan menjadi lebih hemat untuk digunakan masyarakat.

“Sehingga pemerintah perlu memastikan bahwa jaringan listrik sudah benar-benar safety di Kaltim ini. Kalau masih byar-pet, lalu misalnya pada saat masak dan listrik padam tentu ini menjadi kendala baru lagi,” katanya.

Maka dari itu perlu bisa menghitung mana lebih hemat antara biaya listrik atau dengan menggunakan gas.

“Tetapi kalau biaya listrik tetap lebih tinggi maka yakin aja, tidak akan diminati oleh masyarakat,” tutupnya.

Rencana program pengalihan kompor LPG 3 Kilogram ke kompor listrik itu sendiri sudah dibatalkan oleh PT PLN (Persero). Langkah ini dilakukan demi menjaga kondisi ekonomi masyarakat pasca pandemi covid-19.

“PLN memutuskan program pengalihan ke kompor listrik dibatalkan,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo melalui keterangan resmi yang dikutip, Rabu (28/9/2022). Sementara Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai alasan PLN membatalkan rencana konversi kompor listrik karena mendapat banyak kritikan dari berbagai pihak. #ADV

 

No More Posts Available.

No more pages to load.