Pertaruhan Golkar Kaltim 2024 Setelah 4 Kali Menang Pemilu

oleh -269 Dilihat

BERITAKALTIM.CO- Partai Golkar Kalimantan Timur baru saja menyelesaikan pergantian Ketua DPRD, dari Makmur HAPK kepada Hasanudin Mas’ud. Ini bukan pergantian jabatan biasa, tapi mirip drama politik penuh warna dan gejolak yang menyeret konflik antar kader beringin hingga meja hijau Pengadilan Negeri Samarinda.

Peresmian Hasanuddin sebagai Ketua DPRD Kaltim ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu Ketua Pengadilan Tinggi. Ucapan janji setia mengabdi kepada negara itu seolah menutup semua luka-luka politik yang pernah terjadi. Hasanuddin bertekad menjadi penerus Makmur yang baik.

“Golkar mengucapkan terima kasih kepada semua pihak sehingga kegiatan pelantikan berjalan dengan baik,” kata Hasanuddin Mas’ud kepada Wartawan.

Golkar tampil menjadi Partai Politik terbesar di Kalimantan Timur. Pada Pemilu Legislatif tahun 2019, partai pohon beringin memperoleh 350.829 suara, bersaing dengan PDI Perjuangan yang memperoleh 334.404 suara. Dengan perolehan suara itu Golkar menempatkan 12 kadernya di kursi parlemen, sedangkan kompetitor ketatnya PDI Perjuangan meraih 11 kursi DPRD Kaltim.

Belum ada partai politik yang bisa mengalahkan Partai Golkar. Partai yang dibangun sejak pemerintahan orde baru itu membuktikan keperkasaannya di Kaltim dengan membukukan kemenangan 4 kali pemilu berturut-turut, tahun 2004, 2009, 2014 dan 2019.

Partai ini hanya pernah mengalami satu kali kekalahan di zaman reformasi, yakni di posisi pemenang kedua setelah kemenangan PDI Perjuangan dalam Pemilu tahun 1999.

Ketua DPD Partai Golkar Rudy Masud datang saat acara pengambilan sumpah jabatan Hasanudin Masud yang berlangsung di Hotel Mercure. Sejumlah undangan menyampaikan ucapan selamat kepada ketua baru, namun mereka bertanya-tanya; mengapa gubernur Kaltim Isran Noor maupun wakilnya atau pelaksana tugas Sekda tidak hadir. Selama ini publik mendapat kesan, Isran Noor termasuk tokoh yang tidak setuju dengan pergantian jabatan ketua DPRD Kaltim itu.

” Ya, ini dinamika politik. Kita lupakan saja yang lalu,” ucap Sarkowi V Zahry, Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Golkar.

Hasanudin Masud sudah sah menjadi ketua DPRD Kaltim, dia mulai bertugas di kantor karang paci dengan sejumlah agenda legislatif. Dalam waktu dekat Hasanudin harus mensahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daera Perubahan tahun 2022. Dia juga harus menyiapkan sidang-sidang rencana APBD tahun 2021.

Setelah diberhentikan sebagai Ketua DPRD Kaltim melalui Surat Keputusan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tanggal 16 Juni 2022, Makmur HAPK melayangkan 3 kali gugatan. Pertama ke Mahkamah Partai Golkar yang berujung gugatan tidak diterima dan gugatan kedua terkait sengketa politik yang juga kandas di Pengadilan Negeri Samarinda. Pada gugatan ketiga terkait Perdata, ternyata gugataan Makmur diterima sebagian dan status kasusnya sekarang sudah di tingkat banding.

“Sekarang kita colling down lah. Pelantik sudah terjadi dan ini sah secara hukum,” ujar Lasila SH, Kuasa Hukum DPD Partai Golkar Kaltim.’

Konflik di tubuh Golkar masih bergulir di pengadilan. Bagaimana ujung dari episode ini, kader-kader partai beringin bertekad masalah tersebut tak sampai mengganggu persiapan mereka menuju Pemilu.

Dari Samarinda, Hardin dan Charles Siahaan, BKTV, melaporkan

 

*) Berita ini sudah tayang di channel youtube BKTV  yang terintegrasi dengan official beritakaltim.co

No More Posts Available.

No more pages to load.