Petani Belum Sejahtera, Samsun Singgung Keseriusan Pemerintah

oleh -
Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun, saat sesi wawancara dengan Wartawan, 17 Mei 2022 lalu. Foto: Frisca/beritakaltim.co

BERITAKALTIM.CO- Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun mengapresiasi Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September. Menurut politisi dari PDI Perjuangan itu petani saat ini masih jauh dari kata sejahtera.

Samsun mengatakan, peringatan Hari Tani Nasional adalah momentum untuk mengenang sejarah perjuangan para petani untuk terbebas dari rasa penderitaan. Peringatan hari tani muncul atas persetujuan Presiden Soekarno pada tahun 1960.

“Hari ini kita melihat nasib petani kita masih jauh dari sejahtera,” tutur Samsun saat dikonfirmasi Wartawan Beritakaltim.co melalui telepon seluler, Sabtu (24/9/2022).

Hal itu, Samsun melanjutkan, dapat dilihat dari masyarakat petani yang kerap kesulitan untuk berproduksi maksimal. Kendala petani adalah harga pupuk yang tinggi. Kemudian stabilitas harga jual, di mana ketika sedang panen namun harga menurun. Tetapi sebaliknya, jika tidak sedang panen harga justru naik.

“Hukum pasar seperti itu yang terjadi. Ketika produksi melimpah maka harga akan turun,” ujarnya.

Situasi yang dialami petani saat ini, mereka mampu memproduksi melimpah, akan tetapi mereka perlu sarana dan prasarana pertanian mulai dari pengairan, bibit unggul, pupuk. Namun petani sering kesulitan mendapatkan pupuk. Jika pun dapat, pasti harganya tinggi membuat produksi petani tidak seimbang untuk mencukupi biaya hidup petani dan keluarganya.

“Sementara jika tidak diberikan pupuk maka produktivitas akan menurun. Ketika itu, berarti pendapatan petani menjadi kecil,” kata Muhammad Samsun

Karenanya perlu adanya campur tangan pemerintah untuk mengatur regulasi distribusi Pupuk guna mencari pupuk yang relatif lebih murah dibandingkan harga sekarang.

Kemudian, berbicara dukungan pemerintah, Samsun menilai tidak melihat ada keseriusan terhadap petani. Menengok dari permasalahan Agraria, permasalahan lahan yang banyak lahan pertanian justru dialihfungsikan menjadi lahan tambang.

“Ini soal keberpihakan pemerintah terhadap petani kita. Jika dilihat lagi dukungan APBD dari pemerintah untuk pengembangan pertanian sangat minim sekali. Kalau dari jumlah Rp 15 triliun, yang diberikan kepada Dinas Pertanian paling sekitar Rp 65 miliar saja. Tidak sampai satu triliun” sambung Samsun.

“Masih jauh sekali, padahal saya lihat banyak sekali program-program yang harus dilakukan oleh dinas pertanian tanaman pangan dan dinas-dinas terkait dengan pertanian dalam arti luas untuk mengembangkan pertanian di Benua Etam,” tukasnya. #ADV

No More Posts Available.

No more pages to load.