Sebelum APBD Perubahan, Target Bapenda Kaltim Capai 76,62 Persen

oleh -
Kepala Bapenda Kaltim, Hj Ismiati dalam sebuah acara (18/8/2022). Foto: Mansyah/beritakaltim.co

BERITAKALTIM.CO- Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim, Ismiati menjelaskan, pendapatan daerah dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltim 2022, target sebelum perubahan sebesar Rp10,8 triliun, dan realisasinya sampai saat ini sudah mencapai Rp8,3 triliun.

“Jadi kalau presentase sudah mencapai 76,62 persen. Tapi kalau kita lihat dari capaian ini yang berkontribusi terhadap pendapatan daerah ini adalah dari komponen PAD yang kita targetkan Rp6,5 triliun, dan realisasinya Rp5,4 triliun (83,23 persen),” terang Ismiati.

Ismiati menambahkan, yang paling berkontribusi dalam pendapatan daerah adalah pajak daerah yang ditargetkan Rp5,4 triliun dan sudah tercapai Rp4,7 triliun atau sudah mencapai 86,86 persen.

“Kalau kita lihat tren penerimaan pendapatan daerah dari sisi pajak kendaraan bermotor (PKB), kemudian bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) yang tinggi, karena ada program relaksasi PKB, pemutihan pajak yang diberikan Gubernur Kaltim Isran Noor kepada masyarakat,” tandasnya.

Selain itu, lanjut Ismiati yang juga ikut berkontribusi adalah pajak bahan bakar kendaraan bermotor, di mana tren harga minyak mentah dunia juga meningkat, sehingga penerimaan pajak bahan bakar realisasinya sudah mencapai 94,87 persen.

“Jadi kita optimislah, kalau sisi pendapatan daerah, bahkan bisa surplus kalau memang ada peningkatan signifikan sehubungan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia,” ujar Ismiati.

Dikatakan, dalam upaya pencapaian target penerimaan pendapatan daerah terus berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah dengan terus melakukan terobosan dan inovasi untuk mempermudah pembayaran pajak, khususnya pajak kendaraan bermotor.

“Selain kita juga terus menyosialisasikan relaksasi kepada masyarakat untuk dapat membayar pajaknya. Saat ini sudah ada peningkatan sarana dan pelayanan yang lebih mendekatkan kepada masyarakat di daerah-daerah terpencil sampai daerah perbatasan,” tandas Ismiati. # Hardi|ADV|Kominfo Kaltim