Semua Kaget Indeks Kemerdekaan Pers Kaltim 2022 Tertinggi se-Indonesia

oleh -253 Dilihat
Acara sosialiasi Indek Kemerdekaan Pers (IKP) oleh Dewan Pers di Samarinda. Foto: charlessiahaan

BERITAKALTIM.CO- Provinsi Kalimantan Timur mendapat nilai tertinggi se-Indonesia dalam Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) tahun 2022 yang diselenggarakan Dewan Pers.

“Tentu saja saya kaget dan penasaran. Apa yang membuat Kalimantan Timur mendapat nilai tertinggi dalam indeks kemerdekaan pers ini,” ujar Anggota Dewan Pers Ninik Rahayu, saat tampil dalam acara Sosialisasi Indeks Kemerdekaan Pers Tahun 2022 di Swissbel Hotel Samarinda, Jumat (9/9/2022).

Narasumber lain, Kepala Dinas Kominfo Kaltim HM Faisal mewakili Gubernur Kaltim Dr Isran Noor, juga merasakan keterkejutan itu, karena baru kali ini menempati posisi tertinggi dalam IKP, setelah pada tahun-tahun sebelumnya bercokol di posisi peringkat 3 nasional.

“Tapi tentu saja penilaian ini membuat kami semua bangga, karena penilaian ini datang bukan kami yang bikin. Tapi oleh Dewan Pers, sehingga akurasinya terjamin,” ujar Faisal.

Dari keterangan Ninik Rahayu diketahui, kegiatan IKP adalah amanat dari undang-undang dan Dewan Pers yang menjadi pelaksananya. Metode perhitungan dengan survei persepsi meliputi tiga variabel lingkungan (Fisik & Politik, Ekonomi, Hukum) dengan 20 indikator.

Jumlah personel yang terlibat dalam kegiatan ini ada 340 informan ahli sebagai responden, ditambah 10 anggota Dewan Penyelia Nasional (National Assessment Council/NAC). Kegiatan dilaksanakan di 34 provinsi.

Indeks Kemerdekaan Pers Kaltim mengantongi total nilai 83,78. Disusul di poisisi kedua Provinsi Jambi dengan skor 83,68 dan Kalimantan Tengah 83,23.

Perolehan nilai Kaltim lebih tinggi dari perolehan IKP nasional sebesar 77,88. Perolehan IKP nasional juga mengalami perbaikan sebesar 1,86 poin dari tahun 2021.

Di Kaltim, semua variable mengalami kenaikan; masing-masing survei Lingkungan Fisik dan Politik mendapat nilai 78,95 (naik 1,85 poin), Lingkungan Ekonomi mendapat nilai 76,86 (naik 1,97 poin.), dan Lingkungan Hukum mendapat nilai 76,71 (naik 1,84 poin).

Bobot penilaian pada Lingkungan Fisik dan Politik sebesar 50,21 merupakan bobot terbesar dibandingkan dua lingkungan lainnya, yang memberikan kontribusi signifikan pada kenaikan IKP 2022.

Secara jelas digambarkan, dari 20 indikator 18 diantaranya mengalami kenaikan dibandingkan IKP 2021. Dua indikator yang mengalami penurunan adalah Kebebasan Media Alternatif (turun -2,05 poin) pada Lingkungan Fisik dan Politik, dan Kebebasan Mempraktekkan Jurnalisme (turun -0,08 poin) pada Lingkungan Hukum.

Sedangkan pada Lingkungan Ekonomi, semua nilai indikator mengalami kenaikan. Etika Pers menjadi indikator dengan kenaikan terbesar, yaitu 4,47 poin.

Dewan Pers membagi dalam tiga kluster IKP. Kluster tertinggi diraih Kaltim, Jambi dan Kalteng. Sedangkan kluster tengah ada NTB (79,62, posisi ke15). DKI Jakarta (79,42, posisi ke-16) dan Sulawesi Utara (79,36, posisi 17).

Posisi kluter terendah ada Papua Barat (69,23), Maluku Utara (69,84) dan Jawa Timur (72,88).

“Tapi, untuk dicatat ini. Walaupun Kaltim mendapat IKP tertinggi 83,78, tapi posisi kemerdekaan pers sebenarnya katagori cukup bebas,” ujar Faisal, menekankan. Untuk mendapatkan katagori bebas, harus mencapai nilai IKP 90 sampai 100.

Pada acara sosialiasi itu, selain menampilkan narasumber dari Dewan Pers Ninik Rahayu dan Kadiskominfo Kaltim HM Faisal, ada juga Kusharyanto, Kepala Perwakilan Ombudsman Kalimantan Timur dan Yuda Almerio (Koordinator Divisi Pendidikan, AJI Cabang Samarinda).

Perserta berasal dari organisasi-organisasi wartawan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) serta organisasi perusahaan media seperti SMSI (Serika Media Siber Indonesia), JMSI (Jaringan Media Siber Indonesia), AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia) dan SPS (Serikat Perusahaan Pers).

Dipandu moderator Ketua PWI Kaltim Endro Efendi, Dewan Pers juga mengundang pemimpin media di kaltim yang telah terverifikasi olerh Dewan pers baik administrasi maupun faktual. Selain itu, membuka acara dari Dewan Pers, Sapto Anggoro. #

 

No More Posts Available.

No more pages to load.