Tewaskan Lima Orang Lakalantas Km 24, Supir Truk Ditetapkan Sebagai Tersangka

oleh -219 Dilihat
Kendaraan roda empat yang mengalami Lakalantas di Km 24, diamankan di pos PJR km 23. (Foto dari Grup Info Bencana Balikpapan)

BERITAKALTIM.CO- Kecelakaan maut di jalan poros Balikpapan-Samarinda Km 24, Selasa (20/9/2022) malam menelan 11 orang korban dan lima diantaranya meninggal dunia.

Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim, Kombes Pol Sonny Irawan mengatakan kecelakaan maut ini terjadi sekitar pukul 23.00 wita dan melibatkan satu unit truk self loader dan dua unit mobil penumpang yakni Toyota Etios dan Daihatsu Gran Max.

Adapun korban meninggal adalah Munawaroh, Murtiningsih, Nur Natani, Kanza Azakia, yang merupakan penumpang Toyota Etios Valo dan Andry, pengemudi Daihatsu Gran Max.

“Selain korban meninggal, satu orang mengalami luka berat, yakni Rokhman, salah satu penumpang Etios Valco. Lima orang lainnya mengalami luka ringan, Nur Hadi, Rico Cahyono, Maulana, Hana dan Najia,” jelasnya dalam keterangan persnya, Rabu (21/9/2022).

Terpisah, Kasatlantas Polresta Balikpapan Kompol Ropiyani saat dijumpai wartawan diruang kerjanya menjelaskan peristiwa laka itu bermula saat kedua mobil menepi dibahu jalan untuk melakukan negosiasi lantara sebelumnya kedua mobil penumpang ini juga terlibat laka. “Itu jaraknya sekitar 15-20 meter jarak kedua mobilnya,” jelasnya.

Ditengah negosiasi itu, peristiwa nahas pun terjadi. Dimana sebuah tronton memuat alat berat yang dikendarai oleh pria berinisial A melaju dari arah Balikpapan menuju Samarinda menabrak kedua mobil tersebut beserta para penumpangnya. Dari keterangan sopir tronton, sebelum peristiwa itu tronton yang dia kendarai berpapasan dengan tronton lain yang juga membawa alat berat dari arah berlawanan.

“Jadi dia (sopir tronton, red) menghindari itu, (tronton dari arah berlawanan, red) kemudian membanting setir kekiri, dia nda liat kalo disamping (kiri, red) ada penumpang dan mobil lain,” paparnya. Lantas laka pun tak dapat terhindarkan.

Saat ini sopir truk tersebut sedang dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polresta Balikpapan. Adapun statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Dia (sopir, red) disematkan pasal 310 karena kelalaiannya menyebabkan kerugian material luka ringan, berat, hingga meninggal dengan ancaman hukuman 5 tahun,” tambahnya.

Sementara itu untuk para korban yang meninggal dunia sudah dibawa kekediamanya yakni empat orang di Loa Janan dan satu orang yaitu sopir Grandmax dipulangkan ke Makassar. “Dan untuk unit Kendaraan diamankan di pos PJR km 23,” tutupnya. #

No More Posts Available.

No more pages to load.