BeritaKaltim.Co

Tekan Inflasi 2023 Wali Kota Samarinda Siapkan Bantuan Sosial Hingga Lapangan Pekerjaan

BERITAKALTIM.CO – Terjadinya resesi di secara nasional membuat perekonomian dunia mengalami krisis pangan, ditambah terjadinya perang antara Rusia – Ukraina dinilai sebagai ancaman terjadinya perlambatan ekonomi dunia terutama Indonesia dan daerah-daerah tertentu.

Untuk itu Presiden Joko Widodo menyebut Indonesia tahun 2023 akan mengalami gejolak resesi yang menyebabkan inflasi akan meningkat, ini juga imbas dari harga BBM dan pangan global yang sudah naik.

Wali kota Samarinda Andi Harun menyebut inflasi di Kota Samarinda masih di bawah rata-rata nasional, yakni sekitar 5,3 persen. Hal ini pun membuat Pemkot diberikan Rp 19,2 miliar oleh pemerintah pusat melalui Dana Insentif Daerah (DID).

“Meski masih di bawah nasional, kepala daerah harus menyiapkan langkah-langkah ansipasi untuk menekan laju pengendalian inflasi,” ujar Andi Harun, saat memimpin rapat di Balai Kota Samarinda.

Pemkot Samarinda kini tengah memetakan langkah-langkah terkait pengendalian inflasi. Baik melalui penggunaan 2 persen anggaran Dana Transfer Umum (DTU) sebesar Rp 16,5 miliar dari Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dialokasikan pada APBD-P 2022. Maupun penggunaan anggaran DID sebesar Rp 19,2 miliar.

Dana tersebut akan digunakan dalam bentuk perlindungan sosial berupa bantuan sosial (bansos), cipta lapangan kerja, serta dukungan terhadap pelaku usaha mikro yang kini kegiatannya masih dikaji bagaimana cara penggunaannya yang terukur dan tepat sasaran.

Ditambahkan Andi Harun, langkah-langkah untuk mengatasi kenaikan inflasi hingga akhir tahun ini, semua pihak terkait harus terlibat terutama Bank Indonesia di Kalimantan Timur.

Di antaranya mulai dari perluasan kerja sama antardaerah (KAD) untuk menjaga suplai dan memenuhi komoditas, gelaran operasi pasar murah, perdagangan digital, bantuan sosial dan sektor transportasi, mempercepat program tanam pangan hingga upaya memperkuat sarana-prasarana penyimpanan bahan pangan.

“Kita akan lakukan kerja sama antardaerah, misalnya dengan daerah penghasil beras. Ada empat bahan pokok yang memengaruhi inflasi di Samarinda secara tahunan, yakni cabai, bawang merah, daging ayam dan ikan layang, karena Samarinda masih banyak impor, kita akan melakukan 8 arahan dari BI itu,” ungkap Andi Harun.

“Termasuk, mengajak masyarakat untuk menanam dua atau tiga cabai di pekarangan rumah, agar akhir tahun nanti ketika kebutuhan melonjak bisa terbantu. Saya juga sudah mengeluarkan surat edaran terkait ini,” ujarnya. #ADV

Comments are closed.