BeritaKaltim.Co

KPU Kota Balikpapan Gelar Sosialisasi Verifikasi Administrasi dan Faktual

BERITAKALTIM.CO- Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Balikpapan menggelar sosialisasi mekanisme verifikasi faktual dalam tahapan pendaftaran, verifikasi, dan penetapan partai politik peserta pemilu 2024, di Hotel Horison Balikpapan.

Ketua KPU Balikpapan Noor mengatakan, agenda ini dilakukan untuk mensosialisasikan kepada Parpol calon peserta pemilu 2024 yang sudah melalui verifikasi administrasi tahap pertama dalam menghadapi tahapan verifikasi administrasi perbaikan.

“Hari ini kita mensosialisasikan kepada Parpol calon peserta pemilu 2024 yang sudah memasuki fase atau tahapan verifikasi administrasi perbaikan, setelah Parpol tersebut melalui proses verifikasi administrasi tahap pertama,” ucapnya disela sela kegiatan sosialisasi, Jumat (14/10/2022).

Ia menjelaskan saat pendaftaran Parpol yang ditutup pada tanggal 14 Agustus kemarin, tercatat ada sejumlah 24 Parpol yang mendaftarkan diri. Selanjutnya sesuai dengan mekanisme tahapan pemilu dilakukan verifikasi administrasi yang dalam prosesnya diberikan masa perbaikan untuk para Parpol tersebut.

“Nah nanti setelah perbaikan ini maka dilakukan proses rekapitulasi, baik di tingkat Kabupaten mulai tanggal 11 Oktober, kami ditingkat Provinsi tanggal 12 Oktober, dilanjutkan di tingkat KPU RI di tanggal 13 Oktober,” ucapnya.

“Baru kemudian diumumkan oleh KPU RI, mana dari Parpol yang kemudian sudah melakukan perbaikan ini, berdasarkan verifikasi administrasi perbaikan tadi, dinyatakan memenuhi syarat,” jelasnya.

Kemudian pada tanggal 14 Oktober 2022, partai yang telah memenuhi syarat pada verifikasi administrasi perbaikan tersebut, akan memasuki tahapan verifikasi faktual.

“Pada tanggal 14 itu juga akan dilakukan pengambilan sampel, untuk dilakukan verifikasi faktual keanggotaan Parpol,” ucapnya.

Thoha menjelaskan, partai politik (parpol) yang memenuhi kelengkapan dokumennya dan diterima pendaftarannya hanya 24 parpol yang terbagi dalam 2 kluster yakni kluster pertama 9 parpol yang memiliki kursi di DPR RI .

Untuk klaster kedua ada 15 parpol yang pada pemilu 2019 ikut pemilu tapi tidak masuk parlemen atau tidak masuk ambang batas dan amparpol baru.

” Parpol yang tidak masuk ambang batas inilah yang harus melalui dua fase, yakni fase pertama verifikasi administrasi dan fase kedua faktual,” ucapnya.

Jika tidak lolos dari verifikasi administrasi, maka tidak bisa masuk jadi peserta pemilu. Parpol yang diumumkan lolos verifikasi administrasi hari ini oleh KPU RI sehingga dapat mengikuti tahapan verifikasi faktual.

Bahwa mulai 15 Oktober KPU daerah akan turun ke lapangan ke rumah-rumah warga untuk mendatangi anggota parpol yang secara administrasi namanya sudah masuk ke KPU dan sudah diverifikasi administrasnya.

“Sehingga parpol tidak bisa serta merta mengklaim seseorang jadi anggotanya. Dan yang didatangi harus bisa menunjukan KTP dan KTA yang harus sesuai dengan data yang kami terima,” jelasnya. #

Comments are closed.