BeritaKaltim.Co

Kasus Ferdy Sambo Mencuat, Pelaku Illegal Mining di Kaltim Tiarap

BERITAKALTIM.CO- Apa hubungan kasus Irjen Pol Ferdi Sambo dengan illegal mining di Kalimantan Timur? Ternyata, menurut analisa anggota DPRD Kaltim Baharuddin Demmu, secara tidak langsung kedua hal itu punya kaitan.

Begini ceritanya. Menurut politisi dari Partai Amanat Nasional itu, kasus pembunuhan oleh Irjen Pol Ferdi Sambo terhadap Josua, membuat jajaran kepolisian di seluruh Indonesia sangat terpukul. Apalagi satu per satu sorotan masyarakat tertuju kepada institusi penegak hukum itu, termasuk kepada oknum-oknum Polri.

Saat kasus Sambo mencuat, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan statemen keras untuk menindak semua kejahatan yang terjadi. Jika melibatkan oknum anggota Polri, maka semua akan disikat. Kapolri juga menyebut kasus perjudian, narkoba dan juga illegal mining alias penambangan batu bara secara liar.

Pernyataan Kapolri, menurut Baharuddin Demmu, membuat pelaku tambang illegal di kawasan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada tiarap. Di daerah pemilihannya itu, sudah sejak lama terjadi penambangan batu bara secara liar, tapi cenderung dibiarkan oleh aparat penegak hukum.

Baharuddin Demmu berkali-kali menyampaikan kasus illegal mining yang merusak lingkungan tersebut. Tapi, apa daya, meski sebagai wakil rakyat, pemerintah maupun aparat hukum tidak menggubrisnya.

“Kita bersyukur ada kasus Ferdy Sambo dan akhirnya menyetop pertambangan liar batu bara,” kata Baharuddin Demmu.

Bahar yang juga Ketua Komisi I DPRD Kaltim mempetakan, pertambangan tanpa izin (Peti) terjadi di dekan jalan poros Samarinda – Bontang. Ada beberapa titik, di mana hasil tambang diangkut menggunakan truk siang dan malam.

“Mestinya ini mudah dibersihkan. Kita minta pemerintah dan Kapolda untuk membersihkan praktik illegal mining ini, karena negara dirugikan. Juga terjadi kerusakan lingkungan,” tutur Baharuddin Demmu. #ADV

Comments are closed.