BeritaKaltim.Co

Muhammad Adam Sosper Pajak Daerah di Karang Joang, Dihadiri Kepala Bapenda Kaltim

BERITAKALTIM.CO- Anggota DPRD Kaltim Dapil Balikpapan dari Partai Hanura, Ir Muhammad Adam kembali melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) penyebarluasan informasi soal Perda nomor 1 tahun 2019 tentang pajak daerah.

Sosialisasi berlangsung di Lapangan Soekarno Hatta Km 21, RT 41 Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, Minggu (16/10/2022). Dalam Sosper Pajak tersebut pihaknya menghadirkan secara langsung Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim Hj Ismiati bersama jajaran UPTD Bapenda cabang Balikpapan.

“Sosperda nomor 1 tahun 2019 ini berkaitan dengan pajak daerah, kali ini menyasar wajib pajak pemilik kendaraan roda dua di Jalan Soekarno Hatta Km 21 RT 41,” ucap Anggota DPRD Provinsi Kaltim Ir Muhammad Adam seusai sosperda, Minggu (16/10/2022).

Menurutnya, mayoritas warga disini memiliki kendaraan roda dua dan seharusnya memberikan informasi kepada mereka yang sehari-hari mata pencahariannya di kebun bahwa ada kemudahan fasilitas yang diberikan pemerintah provinsi terutama berkaitan dengan pajak kendaraan yang tertunggak lebih dari tiga tahun.

“Manfaatkan kesempatan ini mumpung ada kebijakan bahwa berapa tahun pun tunggakan, ini ada pengampunan hanya diberi kewajiban membayar tiga tahun, hanya bayar pokoknya, ” ucap Politisi Partai Hanura ini.

Untuk pajak progresif, Adam katakan, pemilik lebih dari satu kendaraan tidak di kenakan pajak progresif.

Terkait keluhan warga perihal mengurus pembayaran pajak yang jaraknya jauh, Adam sebut, ada solusi dari Bapenda secara periodik akan memberlakukan Bus Samsat keliling untuk jemput bola

“Saya berharap adanya solusi itu, mudah-mudahan programnya berjalan sehingga masyarakat disekitar wilayah Karang joang bisa melakukan pembayaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kaltim Ismiati memberikan penjelasan relaksasi pajak kendaraan bermotor hingga 31 Oktober 2022 untuk percepatan pemulihan ekonomi daerah.

“Terdapat lima item yang kami berikan dalam program relaksasi ini. Pertama adalah diskon sebesar dua persen untuk pembayaran 0-30 hari sebelum jatuh tempo,” ujarnya.

Kedua adalah diskon sebesar empat persen pembayaran untuk masa 31 hari hingga 50 hari sebelum jatuh tempo, ketiga adalah diskon pokok pajak yang menunggak 4 tahun ke atas, yakni hanya membayar 3 tahun.

Keempat adalah bebas denda, bebas pajak progresif, dan bebas bea balik nama kedua dan seterusnya, namun tidak termasuk PNBP (penerimaan negara bukan pajak).

Kelima adalah pembebasan denda SWDKLLJ (sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan) untuk tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya.

“Mumpung kami masih menerapkan program relaksasi, jadi silakan warga Kaltim memanfaatkan program ini, segera lakukan balik nama, segera bayar pajak yang tertunda, manfaatkan program ini demi kebaikan bersama,” ujar Ismi. #ADV

Comments are closed.