BeritaKaltim.Co

Komisi III DPRD Kaltim tak Serta Merta Cabut Perda Reklamasi Tambang

BERITAKALTIM.CO- Komisi III DPRD Kaltim sudah melakukan rapat internal mengenai dua Perda yang diusulkan akan dicabut karena berbenturan dengan Undang-undang Cipta Kerja yang dikenal dengan nama Omnibus Law. Namun Komisi III tidak serta merta mengikuti instruksi itu.

Menurut anggota Komisi III yang juga Ketua PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Kaltim, Syafruddin, permintaan pencabutan kedua Perda karena ada instruksi dari pemerintah pusat. Kedua perda adalah Nomor 14 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Air Tanah dan Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Reklamasi dan Pascatambang.

Rapat internal Komisi III DPRD Kaltim dipimpin ketuanya, Veridiana Huraq Wang. Ada 7 anggota komisi ikut dalam rapat, sampai kemudian muncul kesepakatan bahwa masalah itu perlu dibahas lebih lanjut dengan berbagai pihak terkait.

“Ya, kita bicara dulu dengan para pihak yang meminta perda ini dicabut. Apa alasannya? Kemudian kita juga berbicara dengan dinas-dinas terkait, termasuk soal lingkungan hidup. Juga perusahaan-perusahaan tambang, tentang berapa besar kewajiban reklamasi dilakukan,” kata Syafruddin.

Pada dasarnya, Komisi III melihat dengan pencabutan Perda tersebut maka posisi perangkat daerah dalam melakukan pengawasan pertambangan batu bara menjadi sangat lemah.

“Tidak ada lagi ikatan pemerintah daerah dengan perusahaan pertambangan. Padahal, kita mengetahui bersama begitu banyak kerusakan lahan dan juga kematian di lubang tambang karena tidak ada reklamasi,” ujar Syafruddin.

Setelah mendengar dari seluruh stakeholder, Komisi III baru menentukan langkah mengenai pencabutan Perda itu.

“Karena ini perda adalah produk DPRD yang dibuat berdasarkan aspirasi dari rakyat juga, maka perlu kami pertanggungjawabkan kepada rakyat mengapa harus dicabut,” tuturnya. #

Sebagai catatan, korban meninggal dunia di kolam eks tambang batu bara di seluruh Kalimantan Timur sudah mencapai 41 orang.

Peristiwa terbaru korban mati di lubang tambang adalah seorang bocah yang masih duduk di bangku kelas 3 SD asal Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau. Setelah dua hari dilaporkan hilang, sejak Sabtu (8/10/2022), bocah tersebut akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam lubang bekas tambang batu bara. #ADV

Comments are closed.