BeritaKaltim.Co

Wakil Ketua DPRD Kaltim Dorong Pertanian yang Sedang Bangkit

BERITAKALTIM.CO- Semangat mencetak produksi pangan di Kalimantan Timur terus meningkat, seiring dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pemerintah semua level, diminta Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji, untuk serius memperhatikan fenomena ini.

Soal kebutuhan pangan rakyat Kalimantan Timur yang jumlahnya mendekati 3 juta jiwa, bukan rahasia umum sebagian berasal dari luar daerah. Termasuk diantaranya kebutuhan beras, minyak goreng, bahkan buah-buahan. Jumlah komoditas yang akan didatangkan dari luar Kaltim diprediksi naik tajam, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk baru di IKN.

“Soal ketahanan pangan ini harus jadi perhatian. Masih banyak lahan nganggur, tapi produksi pangan warga Kalimantan Timur justru mendatangkan dari pulau jawa dan sulawesi,” kata Seno Aji, Wakil Ketua DPRD Kaltim.

Jika petani di Kaltim mampu memenuhi kebutuhan pangan warga Benua Etam, menjadi babak bagi Kaltim dalam soal ketahanan pangan.

“Kami di legislatif mendukung upaya pemerintah meningkatkan produksi pertanian,” kata Seno Aji.

Termasuk juga upaya pengangtifan rice miling alias penggilingan padi di desa-desa.

“Kalau kita mendorong penuh untuk arah pertanian pada umumnya ya. Jadi perikanan, perkebunan, pertanian. Kalau untuk pertanian sebenarnya kita sudah menaruh satu rice miling di Jahab, Kukar, yang itu juga dalam skala besar, dan saat ini kami sudah berdiskusi dengan Bupati untuk memakai itu,” terangnya, Jumat (28/10/2022).

Di daerah Jahab juga terdapat dua daerah punya rice miling dan hal ini bisa jadi pemenuhan daerah serta dukungan untuk ekspor dan pemenuhan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Target kita di tahun 2023 ini supaya bisa digunakan untuk pemenuhan IKN. Jadi, selain itu juga kalau saya dari Partai Gerindra, kita sudah bekerjasama dengan DPR RI Komisi IV untuk selalu memberikan alat-alat pertanian ke kelompok tani. Tinggal nanti kita memetik hasilnya, baru hilirnya kita benahi,” ujar legislator Gerindra Kaltim ini.

DPRD Kaltim, lanjut Seno, setuju bahwa sektor hilir dari ketahanan pangan dapat dibenahi seluruh stakeholder.

Dimana dinilainya belum maksimal, karena di Benua Etam baru memberikan mentahnya saja berupa gabah mentah.

“Nanti kita sudah mulai menjual beras dari Kukar. Dua alat tersebut belum mampu, karena yang satu memiliki kapasitas 30 ton seharinya, sementara satu lagi 50 ton sehari. Saya pikir ini belum mampu, dan nantinya akan ada dorongan lagi nanti,” pungkasnya. #ADV

Comments are closed.