BeritaKaltim.Co

Anggota DPRD Kaltim Muhammad Adam Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

BERITAKALTIM.CO- Dalam rangka membangun landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sebagai penguatan pemahaman kepada warga tentang Empat Konsensus Kebangsaan (Pancasila, UUD RI 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI).

Pertama kalinya, Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Ir Muhammad Adam M.T melaksanakan sosialisasi wawasan kebangsaan (Sosbang) yang berlangsung mulai 30-31Oktober 2022 di masing-masing daerah.

Kegiatan sosialiasi dihadiri perwakilan ketua RT Se-Kelurahan Graha Indah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan warga RT 37 di Jalan Purnawirawan RT 37 Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara.

” Ini dalam rangka bagaimana penguatan kepada warga, untuk mengingatkan tentang konsensus 4 pilar,” ucap Anggota DPRD Kaltim Ir Muhammad Adam M.T seusai Sosbang di RT 37 Graha Indah.

Muhammad Adam menegaskan, sosbang ini dilakukan untuk pemahaman terhadap dasar dan ideologi negara. Sebab hal itu mengantarkan kekuatan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mencapai pembangunan berbagai sektor disetiap daerah. “Mengingatkan bagaimana pemahaman nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara,” jelasnya.

Kemudian makna UUD 1945 sebagai konstitusi negara, sebagai acuan peraturan daerah (Perda) yang mengatur seluruh aspek kehidupan.

” Kita harus sampaikan ke mereka, tapi turunannya adalah Undang-undang seperti UUD terkait pendidikan, kesehatan dan seterusnya.” jelasnya.

TIdak hanya itu saja, perlu diberikan pemberitahuan teemasuk poin-poin perubahan Undang Undang bahwa dahulu Presiden /Gubernur/Bupati dipilih DPR/DPRD dengn adanya amandemen UUD 1945 maka pemilihan bersifat langsung, Presiden langsung dipilih rakyat.

” Kedaulatan ditangan rakyat. Itu makna yang dimaksud dalam pasal UUD. Ditangan rakyatlah mereka menentukan nasib bangsa ini. Ketika rakyat memilih pemimpin untuk negeri ini maka pembangunan akan berjalan,” katanya.

Adam juga menyampaikan, diamandemen UUD terdapat adanya pembatasan terhadap presiden termasuk kepala daerah selama dua periode dipilih langsung oleh rakyat.

Amandemen UUD juga ada pembentukan DPD dan juga penghapusan Dewan Pertimbangan Agung (DPA) . ” Ini poin-poin pentingnya,” jelasnya.

Sebagai narasumber Tarkim memaparkan wawasan sejarah Kebangsaan yang dimulai dari Sumpah Pemuda, Proklamasi dan diwujudkan dalam bentuk Pancasil sebagai ideologi bangsa.

Kemudian diturunkan menjadi UUD 1945 sebagai konstitusi suatu negara. Dan bentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan sikapnya Bhineka Tunggal Ika yang berfungsi sebagai pilar bangsa dan pemersatu bangsa sehingga mewujudkan satu kesatuan bangsa yang bersatu, berdaulat adil dan makmur.
“Inilah sejarah terjadinya 4 pilar,” jelasnya.

Sosbang ini seharusnya dilakukan setiap bulan dengan alokasi anggaran APBD 2022 tapi terealisasi baru dilakukan di APBD Perubahan. #

Comments are closed.