BeritaKaltim.Co

Syafruddin Pimpin Tim Pansus Investigasi Pertambangan

BERITAKALTIM.CO- Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) bersepakat memilih Syafruddin sebagai Ketua Tim Panitia Khusus (Pansus) Investigasi Pertambangan dan wakilnya Muhammad Udin dari Komisi I.

Pemilihan ketua dan wakil ketua tim Pansus tersebut disepakati dalam rapat paripurna ke-47 yang dilaksanakan di Lantai 6 Gedung DPRD Kaltim, Rabu (2/11/2022).

Saat dikonfirmasi awak media, Syafruddin mengaku siap untuk menjalankan tugas yang diamanatkan kepada dirinya sebagai ketua Pansus tersebut.

“Tentu saja kami siap. Jika ada keluhan masyarakat terkait pertambangan, silakan berhubungan dengan tim Pansus. Langkah tim ada segera melakukan investigasi,” ujarnya.

Tujuan dibentuknya Pansus Pertambangan DPRD Kaltim, menurut Syafruddin, agar kedepannya para pelaku bisnis pertambangan tidak semena-mena. Apakagi pertambangan illegal, yang pasti pelakunya bisa ditangkap.

Dalam waktu dekat ini, kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim ini, tim Pansus yang telah terbentuk akan segera melakukan rapat internal. Rapat internal itu guna merancang program kerja pansus selama beberapa periode ke depan.

“Setelah ini kami akan laksanakan rapat internal dulu untuk menyusun agenda kerja ke depan. Nanti setelah itu akan kami undang OPD (Organisasi Perangkat Daerah,red) terkait,” terangnya.

Bukan rahasia umum, masalah pertambangan di Kalimantan Timur sudah dirasakan masyarakat sangat prihatin. Terutama pertambangan batu bara, yang telah merusak lingkungan dan terjadi di mana-mana.

Sejumlah anggota DPRD Kaltim sudah lama mengeluhkan soal pertambangan batu bara secara illegal ini. Karena terjadi di depan mata, namun tak terlihat ada upaya penegakan hukum.

Sementata masyarakat sekitar merasakan dampaknya. Mulai soal kolam bekas tambang yang tidak direklamasi sehingga membuat banyak anak meninggal dunia setelah bermain di kolam, hingga jalan-jalan yang dibangun pemerintah rusak berat karena dilalui truk pengangkut batu bara hasil penambangan liar. #ADV

Comments are closed.