BeritaKaltim.Co

Kabupaten Berau Diajak Bergabung dengan Kaltara, Ini Jawaban Ketua DPRD Kaltim

BERITAKALTIM.CO- Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang mengajak pemerintah dan masyarakat Berau bergabung dengan pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Tawaran itu mengundang respon Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud yang dengan tegas menolaknya.

Sebagai seorang wakil rakyat yang duduk di legislatif, Hasanuddin Mas’ud yang akrab dipanggil Hamas, mengatakan, tawaran Gubernur Kaltara harus ditolaknya karena tidak mudah menggabungkan sebuah kabupaten yang masih bergabung dengan provinsi Kaltim, tiba-tiba diajak bergabung dengan provinsi Kaltara.

“Saya minta ke pemerintah provinsi kaltim agar menolak juga,” ujar Hasanuddin kepada Wartawan yang menemuinya.

Wacana bergabungnya Kabupaten Berau dalam daerah otonom baru (DOB) provinsi Kalimantan Utara pernah bergulir tahun 1997-1998. Ketika itu, muncul wacana pembentukan provinsi baru Kalimantan Utara di mana menurut undang-undang boleh dibentuk apabila ada 5 kabupaten dan kota bergabung.

Waktu itu, di kawasan utara yang masih bergabung dalam Provinsi Kalimantan Timur itu hanya ada 4 kabupaten dan kota, yakni Bulungan, Tarakan, Malinau dan Nunukan. Karena kurangnya persyaratan itu kemudian kabupaten Berau diajak untuk bergabung.

Tapi Bupati Berau saat itu Makmur HAPK menolak dengan tegas. Dia bersama DPRD teguh berpendirian bahwa kabupaten Berau tetap bergabung dalam bingkai provinsi Kalimantan Timur. Karena mengalami titik buntu, akhirnya tim pembentukan Kaltara berusaha mendirikan kabupaten baru, yang sekarang dikenal dengan nama Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Hasanuddin Mas’ud mengatakan, Kabupaten Berau adalah bagian penting dari Kalimantan Timur. Pemerintah Kaltim memberikan perhatian yang baik, bagi pembangunan kabupaten itu.

Sebelumnnya Gubernur Kaltim Isran Noor juga memberikan jawaban atas wacana yang digulirkan Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang. Namun dia menjawabnya berbeda dengan yang disampaikan ketua DPRD Kaltim Hasanuddin mas’ud.

““Siapa yang menawarkan? Oh, terserah saja. Kita ini kan rakyatnya yang
mengatur. Rakyatnya (Berau) mau atau enggak,” jawab Isran Noor seperti disampaikan kepada wartawan seperti dimuat dalam pemberitaan sebuah media online. #ADV

Comments are closed.