BeritaKaltim.Co

Permintaan IPW Soal Kasus Ismail Bolong; Berhentikan Sementara Kabareskrim

BERITAKALTIM.CO- Kasus testimoni Ismail Bolong terkait penambangan batu bara tanpa izin (PETI) dan penyaluran uang koordinasi kepada sejumlah oknum petinggi Polri terus bergulir. Setelah Menko Polhukam Mahfud MD menanggapinya dengan menyebut ada ‘perang bintang’ di tubuh Polri, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso meminta Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto dinonaktifkan sementara dari jabatannya.

IPW menilai perlu pengusutan lebih dalam mengenai dua testimoni Ismail Bolong yang bertolak belakang, agar tidak menjadi fitnah. Keterangan pertama Ismail mengaku memberikan uang koordinasi kepada Kabareskrim Komjen Agus Andrianto, tapi dalam testimoni kedua dia membantahnya dan mengaku melakukan itu karena ditekan oleh Brigjen Hendra Kurniawan selaku Kominal di Div Propam Polri.

“Untuk suatu proses pemeriksaan yang akuntabel harus dinonaktifkan, supaya pemeriksaan berjalan dengan ajeg kalo memang tidak terbukti dikembalikan lagi,” kata Sugeng kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2022).

IPW juga meminta Polri membentuk tim khusus untuk mendalami kasus tersebut. IPW menilai pernyataan Ismail Bolong masih ada sangkut pautnya dengan Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan yang sebelumnya berdinas di Propam Polri.

“Kami meminta Kapolri membentuk tim khusus mendalami terkait dua penyataan Ismail Bolong yang berbeda-beda. Kami yakin bahwa ketika Ismail Bolong membuat pernyataan memberikan dana perlindungan kepada tambang ilegal itu ada pemeriksaan dari Propam zamannya Ferdy Sambo yang dilakukan oleh Paminal waktu itu Brigjen Hendra yang sekarang sudah di PTDH,” kata dia.

“Ada dokumen yang sebetulnya, Div Propam itu ada dokumen hasil pemeriksaan dan laporan Ferdy Sambo terkait kasus ini jadi ini harus didalami supaya tidak menjadi fitnah,” imbuhnya.

Selain itu, Sugeng menambahkan pihaknya juga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberikan dukungan politik kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mengusut kasus ini.

Baca selengkapnya di sini

#

Comments are closed.