BeritaKaltim.Co

Hamas Tolak Fraksi Gerindra yang Inginkan Pansus Perubahan Peraturan DPRD

BERITAKALTIM.CO- Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud yang makin populer disebut dengan singkatan namanya Hamas, memimpin berjalannya Rapat Paripurna ke-48, di Gedung D Lantai 6 DPRD Kaltim, Selasa (8/11/2022). Agenda rapat paripurna mengenai pembahasan terhadap tanggapan serta jawaban dari berbagai fraksi terkait Nota Penjelasan Perubahan Peraturan DPRD Kaltim tentang Tata Beracara, Kode Etik dan Tata Tertib Dewan.

Tanggapan fraksi, terjadi beda pendapat. Dari 8 fraksi yang ada di lembaga legislatif itu, ternyata ada 2 fraksi yang mengusulkan agar dibentuk Panitia Khusus (Pansus) Raperda Perubahan Peruturan DPRD Kaltim. Salah satunya adalah fraksi Gerindra.

Sementara 5 fraksi lainnya, mengusulkan tidak perlu lagi pansus dan menyerahkan penyelesaian masalah peraturan DPRD Kaltim itu kepada lembaga Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi), yaitu Banperda (Badan Pembentukan Peraturan Daerah) dan Badan Kehormatan (BK). Satu fraksi lagi, menyatakan abstain.

Karena suara mayoritas fraksi tidak menyatakan tidak perlu Pansus, akhirnya Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud memutuskan sesuai opsi tersebut.

“Tidak perlu untuk membentuk pansus, sesuai dengan pendapat yang disampaikan dari perwakilan seluruh fraksi,” terang Hasanuddin.

Fraksi Gerindra melalui juru bicaranya, Bagus Susetyo, mengusulkan dibentuk Pansus dengan alasan bahwa pansus dapat mempertajam dan menghasilkan masukan dari berbagai pihak yang ahli dan memiliki kapasitas.

Namun Hamas berpendapat lain lagi. Sebab saat ini sudah ada dan sedang berjalan kerja 4 Pansus, sehingga hal tersebut sudah sangat menyita waktu pekerjaan anggota DPRD. Hamas setuju para anggota DPRD yang terlibat dalam keempat Pansus lebih fokus dengan penyelesaian tugas masing-masing Pansus.

“Kita harus lebih berfokus pada empat Pansus yang telah dibentuk, yaitu Pansus Raperda Layanan Kepemudaan, Pansus tentang RTRW, Pansus Kesenian Daerah, dan Pansus Investigasi Pertambangan,” tandasnya. #ADV

Comments are closed.