BeritaKaltim.Co

Aktifitas Transfer Batu Bara dari Ponton di Muara Berau Menggelisahkan

BERITAKALTIM.CO- Aktivitas ship to ship transfer atau kegiatan pemindahan muatan batu bara antar kapal di perairan Muara Berau, Kabupaten Kutai Kartanegara, masih menggelisahkan nelayan yang mencari ikan di sekitar itu. Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Masykur Sarmian, mengatakan akan mengejar para pengusahanya agar memberikan konpensasi kepada para nelayan.

“DPRD Kaltim akan terus mengawal persoalan ini hingga perusahaan pertambangan batu bara yang melakukan aktivitas ship to ship transfer menyepakati untuk memberikan kompensasi kepada para nelayan di sekitar Muara Berau,” katanya di Samarinda, belum lama ini.

Politisi dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera) itu berpendapat, kegiatan pemindahan muatan batu bara oleh kapal-kapal di situ berdampak pada kerugian mata pencarian nelayan. Padahal masalah itu sudah berlangsung sejak 2018, namun hingga sekarang belum ada titik terang.

Menurut Maskur Syarmian, DPRD Kaltim melalui Komisi II berusaha memfasilitasi para nelayan untuk mencari jalan keluar menyelesaikan persoalan tersebut dengan mengundang pihak-pihak terkait, yakni Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda.

Kemudian Dinas Perhubungan, Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim.

Masykur Sarmian menuturkan, sebelumnya para nelayan Muara Berau beberapa kali datang ke DPRD minta difasilitasi untuk menuntaskan persoalan kompensasi atas kegiatan ship to ship transfer dari pihak perusahaan tambang batu bara.

“Nanti kami panggil para pimpinan perusahaan untuk menandatangani kesepakatan ganti rugi kepada pihak nelayan. Kita sedang jadwalkan itu,” ujar Masykur.

Dia berharap pihak perusahaan memiliki kemauan untuk bisa memberikan kompensasi atas aktivitas perusahaan yang merugikan nelayan. Pihak perusahaan mengambil keuntungan, sementara para nelayan sekitar tidak mendapatkan apa-apa, padahal kegiatan mereka sedikit banyak memberikan dampak bagi mata pencaharian nelayan. #ADV

Comments are closed.