BERITAKALTIM.CO- Masalah pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) menjadi konsen serius Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Marthinus. Lantaran sudah sesaknya lapas-lapas di Kaltim oleh tahanan maupun warga binaan, dia menagih kembali janji Gubernur Kaltim Isran Noor yang akan menambah lapas di Kutai Kartanegara.
“Ini kan ada Kepala Lapas yang lama, baru diganti nih, sebelum beliau diganti, serah terima jabatan, saya sudah sampaikan juga di media bahwa kita menagih janji Pak Gubernur lokasi yang dijanjikan di Kukar,” kata Marthinus di Samarinda, belum lama ini.
Hal tersebut menjadi perhatian DPRD Kaltim, mengingat kondisi lembaga pemasyarakatan di Samarinda yang disebut sudah melebihi kapasitas sehingga perlu bangunan baru.
“Entah berapa nanti kesanggupan dari pemerintah, kita tidak memaksakan luasannya harus besar,” tuturnya.
Untuk itu, katanya DPRD Kaltim terus mendorong dan berkoordinasi dengan pemerintah termasuk dengan Kepala Lapas yang baru.
Marthinus dari Fraksi PDI-P mengungkapkan di dalam (Lapas) itu sudah kacau. Sudah ada yang sering ribut, sering kelahi, terus masalah kecil charger hp sudah berebut, masalah kamar yang harusnya diisi beberapa orang tapi ada yang satu kamar sampai 40 orang dan kamar mandi yang sudah tidak memenuhi syarat.
“Dalam waktu dekat Komisi I akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Lapas yang ada di Samarinda,” katanya.
Mengenai kondisi Lapas, disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kaltim, Sofyan. Menurutnya saat ini terjadi over kapasitas warga binaan hingga 300 persen di Kalimantan Timur.
“Lembaga Permasyarakatan dan Rumah Tahanan di Kaltim dan Kaltara sebanyak 13 Unit Pelaksana Teknis dengan total penghuni 12.515 orang sedangkan daya tampung kami hanya bisa memuat 3.586 orang, sehingga terjadi over kapasitas hingga 300 persen,” papar Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Kaltim itu dalam sebuah kesempatan. #ADV
Comments are closed.