BeritaKaltim.Co

SILPA APBD Kaltim Rp1,65 Triliun, Hamas: Itu Ada Masalah

BERITAKALTIM.CO- Realisasi Anggaran Pendapatan Asli Daerah (APBD) Kalimantan Timur tahun 2022 dipastikan tidak sepenuhnya terpakai. Bahkan, menurut Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, ditemukan adanya Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) sebesar Rp1,65 Triliun.

Menurut Hamas, panggilan akrab Hasanuddin Mas’ud, tidak terserapnya anggaran tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam perencanaan hingga pelaksanaan anggaran pemerintahan.

“Itu ada masalah, nanti kita coba tanyakan. Banyak hal yang tidak bisa saya sebut satu persatu,” ungkap Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Masud, Senin (14/11/2022) malam usai rapat paripurna ke-50 di Gedung Lantai VI DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Malam itu DPRD Kaltim dan Pemprov Kaltim telah menandatangani persetujuan bersama terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2023.

Pembahasan APBD 2023 sesuai jadwal ditarget pertengahan November, mengacu pada Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 84 Tahun 2022 tentang pedoman penyusunan APBD tahun anggaran 2023.

Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) juga telah melakukan pembahasan untuk perencanaan menyesuaikan program yang akan dilakukan.

Melalui Rapat Paripurna ke-50 DPRD Kaltim, persetujuan dilakukan setelah Badan Anggaran DPRD Kaltim menyampaikan laporan akhir.

Rinciannya pendapatan daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 13,54 triliun. Pendapatan transfer sebesar Rp 5,93 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah senilai Rp13,85 miliar.

Angka yang disahkan sendiri sebesar Rp17,20 triliun naik dari yang proyeksikan sebelumnya. Tentu terdapat penambahan penerimaan pendapatan APBD tahun 2023 sebesar Rp2,1 triliun.

Bersumber dari tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 445 miliar dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Rp1,65 triliun. #ADV

Comments are closed.