BERITAKALTM.CO- Wakil Ketua Pansus RTRW (Panitia Khusus Rencana Tata Ruang Wilayah), Sapto Setyo Pramono, mengatakan, tim Pansus berusaha bekerja secara profesional, dengan tidak ada niatan keberpihakan kepada kelompok, termasuk kepada korporasi.
Demikian disampaikan Sapto usai melakukan rapat kerja bersama sejumlah perangkat daerah provisi dan kabupaten/kota se Kalimantan Timur, belum lama ini.
Dalam setiap penyusunan RTRW, selalu muncul perdebatan mengenai kepentingan lahan tertentu. Di mana setiap kepentingan kelompok memiliki argumen masing-masing untuk menggolkan keinginannya. Lantaran itu, dibutuhkan kesadaran bersama bahwa RTRW ini berkepentingan untuk semua. Terutama pada kepentingan negara dan daerah, yang ujungnya pada kepentingan kesejahteraan rakyat.
Menurut Sapto yang berasal dari Fraksi Partai Golkar, dari rapat kerja dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) diketahui banyak pasal-pasal dalam draf rancangan RTRW yang harus diperbaiki. Ini terlihat, ketika peserta rapat kerja disajikan materi perda lama dan draf baru.
Kemudian ada juga apa saja yang harus dikunci mengenai luasan lahan untuk kepentingan pangan, lingkungan, yang menjadi visi besar Indonesia. Misalnya mengenai lahan pertanian. Untuk itu Tim Pansus meminta dilakukan pengkajian oleh tim teknis dari OPD.
“Kajian itu harus jelas oleh data, selama ini datakan tidak ada,” ucap Sapto.
Selanjutnya Sapto panggilan akrabnya mengatakan, bahwa di dokumen KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis) Kalimantan Timur itu rentan akan bagaimana pemenuhan kebutuhan pangan. Maka dari itu Pansus RTRW mengajak para pihak harus lebih konsen untuk daerah – daerah pertanian jangan sampai beralih fungsi menjadi tambang.
“Intinya kami tidak akan memihak koporasi yang merugikan Kalimantan Timur,” tutupnya.
Sebagai informasi rapat kerja bersama sejumlah Perangkat Daerah Provinsi guna membahas pasal per pasal lalu penyandingan antara draf awal dengan draf usulan penyempurnaan Ranperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kaltim tahun 2022 – 2042.
Comments are closed.