BeritaKaltim.Co

Wali Kota Tinjau SIK Teritip, Cold Storage Dukung Ekpor Impor

BERITAKALTIM.CO- Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud meninjau Sentra Industri Kecil (SIK) Teritip di Kecamatan Balikpapan Timur, pada hari Senin (28/11/2022).

SIK Teritip yang didalamnya terdapat beberapa bangunan berupa gudang yang dilengkap cold storage, untuk menyimpan bahan olahan hasil produksi pertanian dan perikanan.

Wali Kota Balikpapan didampingi, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Balikpapan, Doortje Marpaung, Kepala DPU Balikpapan, Andi Yusri Ramli, Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesra Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo, Plt Kepala DKUMKMP Balikpapan Rosdiana, Sekwan Kita Balikpapan Irfan Taufik, Kabag Pembangunan Setda Kota Balikpapan Rita.

Wali Kota Balikpapan mengatakan, keberadaan SIK Teritip sebagai bagian upaya pemerintah mewadahi atau memfasilitasi kelompok masyarakat dalam hal penyimpanan bahan olahan baik produk pertanian atau perikanan. Sekaligus mendukung para pelaku UMKM yang ada di Kota Balikpapan.

Keberadaan cold storage ini agar daging, ikan bisa dibekukan. Contohnya ikan dan daging bisa dibekukan, untuk antisipasi lonjakan- lonjakan permintaan sehingga kulitas daging dan ikan lebih segar.

Adapun cold storage sudah dilakukan proses ujicoba/comisioning. Kedepan akan diatur regulasi penggunaannya dengan dibuatkan Perwali. “Siapapun bisa menggunakan dan pakai ada biaya retribusinya,” jelasnya kepada awak media.

Dalam kunjungan tersebut, Wali kota juga mendapatkan penjelasan dari jajaran Dinas Koperasi, UMMK, Perindustrian, termasuk Plt UPTD SIK Teritip Fenti Khastutie.

Menurut Fenti SIK Teritip ada sejak 2019 dengan membangun 24 bangunan berupa gudang yang dilengkap cool storage untuk menyimpan ikan atau daging diatas areal 6 hektar.

Cold storage baru dibangun pada Agustus 2022, guna mendukung para pelaku UMKM. “Secara site plann perencanaannya 48 rumah produksi, cuma sekarang baru 24 yang terbangun,” ujarnya.

Dia mengatakan, pelaku UMKM yang menggunakan rumah produksi tersebut akan lebih mudah dalam pengurusan izin-izin. Namun, lokasi tersebut berbeda dengan rumah tinggal.

“Fungsinya untuk merelokasi teman-teman UMKM Balikpapan untuk berproduksi, karena di sentra itu secara pengurusan izin-izin lebih mudah, karena dia terpisah dengan rumah tinggal. Untuk yang mau ekspor-ekspor, ada Cold storage,” ujarnya.

Untuk bangunan cold storage ada beberapa ruang pendingin hingga minus 40 derajat agar cepat beku. Termasuk juga produk yang disimpan aman dan rasa tidak berubah.

“Setelah beku dipindahkan ke ruang yang -20-an derajat. Jadi untuk penyimpanan Industri hasil pertanian dan perikanan untuk pelaku UMKM,” terangnya. #

Comments are closed.