Bisnis Gede di Sungai Mahakam, Ketua DPRD Kaltim Minta Perusda Menggarap

oleh -

BERITAKALTIM.CO- Warga Kota Samarinda selalu percaya dengan kalimat begini; Sekali Minum Air Mahakam Maka Dia Akan Datang Lagi.  Faktanya, Sungai Mahakam tak hanya menjadi sumber air minum untuk kehidupan, tapi merupakan berkah luar biasa bagi kalangan pebisnis.  Setiap hari, dari sungai ini mengalir ratusan ponton pengangkut batu bara untuk dijual di dalam negeri hingga memenuhi kebutuhan industri internasional.

Peluang bisnis yang besar itu menggelisahkan Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud.  Sebab, dari arus sungai yang membentang lebih seribu kilometer dari Kota Samarinda hingga Kabupaten Mahulu itu, belum ada yang digarap oleh perusahaan lokal, khususnya Perusda atau Badan Usaha Milik Daerah Kaltim.

“Saya bertanya kepada Pelindo dan cucu perusahaan BUMN Itu PT Pelindo Marine Service, mereka sudah lama berbisnis di sungai mahakam. Tapi kaltim dapat apa?” ujar Hasanuddin Mas’ud kepada wartawan Beritakaltim.co yang mewawancarainya, belum lama ini.

Latar belakang Hasanuddin Mas’ud sebagai pengusaha membuat naluri penciuman bisnisnya tetap tajam walaupun sudah duduk sebagai anggota legislatif. Ditambah di tangannya kini melekat kekuasaan sesuai tugas dan fungsi DPRD, yakni budgeting, legislasi dan pengawasan, dia melihat adanya ruang besar agar Perusda bisa masuk menggarap Sungai Mahakam.

“Dari pembicaraan dengan pelindo akhirya tercetus ide agar sebagian pekerjaan pelindo dan jaringan usahanya menyertakan perusahaan daerah. Kita ingin perusda MBS yang mengambil kesempatan itu,” tutur Hasanuddin Mas’ud.

Pekan tadi, pertemuan terjadi antara PT Pelabuhan Indoenesia Regional 4 Samarinda dan mitranya PT Pelindo Marine Service dengan Perusda PT Melati Bhakti Setya yang akrab disebut Perusda MBS.  Pertemuan langsung fokus untuk menggarap bisnis bersama di Sungai Mahakam.

Pekerjaan awal yang diincar dalam kolaborasi itu adalah jasa Kapal Tunda, di mana nantinya Perusda MBS ikut dalam kegiatan itu, terutama dalam layanan kapal-kapal dan ponton ketika melintasi kolong jembatan kembar Mahkota dan jembatan Mahakam Ulu.

Difasilitasi oleh Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono pertemuan itu berjalan dinamis. Gayung pun bersambut, PT Pelindo Regional 4 Samarinda langsung menyambut baik gagasan tersebut dan setuju mengikatnya menjadi sebuah kolaborasi bisnis.

“Kita sudah bertemu dan membahas adanya rencana kolaborasi ini. Kami dari Pelindo merasa senang bisa berpartisipasi membangun kaltim dan memberikan kontribusi berupa pendapatan asli daerah. Prinsip kami, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung,” ujar Jusuf Junus, General Manager PT Pelindo Regional IV Samarinda usah acara rapat dengan Komisi II DPRD Kaltim.

Rencana kolaborasi itu baru langkah pertama. Menurut Ketua Komisi II Nidya Listiyono, masih banyak potensi bisnis di Sungai Mahakam yang belum tergarap dan ini merupakan kesempatan bagi Perusda dan pelaku-pelaku usaha daerah menggarapnya. #ADV

Berita ini sudah diturunkan melalui berita video di Youtube BKTV Channel.

No More Posts Available.

No more pages to load.