Buka-bukaan Ismail Bolong, Sebut Oknum Jenderal Polisi Terima Uang Tambang Ilegal

oleh -
Penambangan batubara. Foto ilustrasi.

BERITAKALTIM.CO- “Terima kasih jenderal,” kata Ismail Bolong diakhir rekaman video yang memuat pengakuannya menyetor uang hasil pertambangan tanpa izin (PETI) alias penambangan liar di kawasan Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Siapa orang yang disebut oleh Ismail Bolong itu kini menjadi bahan perbincangan. Dalam video yang ramai jadi pemberitaan beberapa media online, Ismail Bolong terlihat buka-bukaan tentang kegiatan penambangan batu bara secara liar dengan menyebut nama oknum Polri berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen) menerima setoran dari dirinya selaku pengepul batu bara ilegal.

Ismail Bolong dikenal publik di Kota Samarinda sebagai seorang polisi yang pernah bertugas di Polresta Samarinda. Namanya belakangan santer karena menjadi Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia atau Pengprov Pertina Kalimantan Timur dan juga menjadi Ketua Dewan DPP Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) Kalimantan Timur.

Awal beredarnya video, muncul dalam pemberitaan media online di Jakarta, Gatra.com. Terbit pada 4 November 2022. Sumbernya adalah seorang pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto.

Bambang mengaku mendapat kiriman video itu dari seseorang yang tidak dikenal (anonim) melalui WhatsApp. Dari video yang diterimanya itu, Bambang menduga keterangan pria dalam video yang diketahui bernama Ismail Bolong, kemungkinan besar terjadi saat yang bersangkutan diperiksa internal kepolisian, yaitu oleh Divisi Propam Polri.

“Kalau saya melihat video yang disampaikan oleh Ismail Bolong ini merupakan hasil pemeriksaan di internal Kepolisian sendiri. Karena beberapa waktu yang lalu, inipun juga sudah dibuka di media (salah satu media nasional) bahwa ada pemeriksaan di Propam tanggal 4 April, meskipun demikian pemeriksaan ini berhenti begitu saja,” kata Bambang.

Siapa yang memerika Ismail Bolong dan disebut dengan kata “jenderal”? Kuat kemungkinan yang dimaksud adalah Irjen Ferdy Sambo, yang ketika itu menjabat Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Republik Indonesia (Divisi Propam Polri).

Dalam video berdurasi 2 menit dan 28 detik itu, Ismail Bolong secara tegas dan jelas membuat pengakuan bahwa dirinya bekerja sebagai pengepul batu bara dari konsesi Pertambangan tanpa izin alias ilegal di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

“Terkait adanya penambangan batu bara di wilayah Kalimantan Timur, bahwa benar saya bekerja sebagai pengepul batu bara dari konsesi tanpa izin,” kata Ismail Bolong di awal video tersebut.

Terlihat dalam video tersebut, Ismail Bolong membaca sebuah surat pengakuan di depan kamera yang merekam.

Menurut Ismail Bolong dalam video itu, ia memperoleh keuntungan dari hasil pengepulan dan penjualan tambang batu bara ilegal mencapai Rp 5-10 miliar setiap bulan, terhitung sejak Juli 2020 hingga November 2021.

Ismail mengaku atas pekerjaan tambang illegal tersebut telah berkoordinasi dengan oknum di Bareskrim Polri berpangkat Komjen (Komisaris Jenderal). Ismail mengaku menyerahkan duit kepada jenderal bintang tiga itu sebesar Rp 6 miliar yang disetor sebanyak tiga kali.

“Terkait kegiatan yang saya laksanakan, saya sudah berkoordinasi dengan (Ismail menyebut nama dan jabatan di Polri-red) dengan memberikan uang sebanyak tiga kali. Yaitu pada bulan September 2021 sebesar Rp 2 miliar, bulan Oktober 2021 sebesar Rp 2 miliar, dan bulan November 2021 sebesar Rp 2 miliar,” ungkap Ismail di dalam video.

Ia kemudian melanjutkan; “Uang tersebut saya serahkan langsung kepada (menyebut nama lagi-red) di ruang kerja beliau setiap bulannya, sejak bulan Januari 2021 sampai dengan bulan Agustus yang saya serahkan langsung ke ruangan beliau”.

Ismail Bolong mengaku juga menyetorkan uang kepada oknum pejabat reserse Polres Bontang.

“Saya pernah memberikan bantuan sebesar Rp 200 juta pada bulan Agustus 2021 yang saya serahkan langsung ke (Ismail menyebut nama dan pangkat oknum Polri-red) di ruangan beliau,” katanya.

Diakhir pengakuannya, Ismail Bolong menyebut lagi nama seorang perempuan pengusaha batu bara yang sempat bikin heboh karena dibongkar perbuatannya oleh anggota DPR RI, beberapa waktu lalu. Perempuan pengusaha itu, menurut Ismail Bolong, sebagai pihak yang membeli batu bara yang dia kumpulkan dari pertambangan liar.

Masih ada hal menarik lainnya. karena di penutup pengakuannya, Ismail Bolong menutup pengakuannya dengan kata-kata:”Terima kasih Jenderal”. #

No More Posts Available.

No more pages to load.