Ranperda Pemajuan Kebudayaan Kaltim Sah Menjadi Perda

oleh -
Foto: Suasana Rapur Ke-51 pengesahan Ranperda Pemajuan Kebudayaan Kaltim menjadi Perda, Rabu (23/11/2022). Dok.Frisca/beritakaltim.co

BERITAKALTIM.CO – Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pemajuan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda), Rabu (23/11/2022).

Perda Pemajuan Kebudayaan Kaltim di sahkan dalam Rapat Paripurna DPRD Kaltim Ke-51. Asisten III Setdaprov Kaltim Riza Indra Riadi hadir sebagai Perwakilan Pejabat Tinggi Pemerintah Provinsi Kaltim dalam hal ini Gubernur Isran Noor.

Sesuai dengan tahapan dalam tata tertib DPRD Kaltim dan untuk agenda selanjutnya pada Rapat Paripurna hari ini, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud yang memimpin jalannya rapur mengatakan, selaku pimpinan rapat menawarkan kepada para anggota dewan terhormat.

“Apakah Ranperda tentang Pemajuan Kebudayaan dapat disetujui?,” tanya Hasanuddin Mas’ud kepada forum.

“Setuju,” jawab forum.

Palu sidang pun diketuk sebanyak satu kali oleh pimpinan sidang.

Sebelumnya, Ketua Panitia Khusus Pemajuan Kebudayaan DPRD Kaltim Sarkowy V Zahry membacakan laporan hasil akhir kerja tim nya dalam rapur.

Setidaknya ia menjelaskan, kebudayaan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan cipta, rasa, karsa, dan hasil karya masyarakat.
Kebudayaan tidak hanya masalah seni dan sastra melainkan proses yang melandasi segenap lini kehidupan masyarakat.

“Karena mencakup segenap sistem kehidupan sosial di Indonesia, kebudayaan sepantasnya ditempatkan sebagai garda terdepan dalam kehidupan berbangsa,” kata Sarkowi V Zahry.

Menurutnya, kebudayaan semestinya tidak dipandang sebagai salah satu sektor pembangunan, tapi justru sebagai tujuan dari semua sektor pembangunan.

Lebih daripada itu juga, kebudayaan adalah jalan untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia menjadi masyarakat berkepribadian dalam kebudayaan, berdikari secara ekonomi, dan berdaulat secara politik.

Menilik, Kalimantan Timur memiliki luas wilayah sekitar 127.346,92 km2 dengan penduduk sejumlah 3.575.449 jiwa. Tentu menyimpan kekayaan seni dan budaya tradisi yang berkembang turun temurun.

“Untuk itu, harus ada upaya pelestarian, pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan agar kebudayaan Kaltim tetap bernilai tinggi. Keterkaitan seluruh pihak, baik pemerintah, seniman, budayawan, dan masyarakat itu sendiri,” tandasnya. #

No More Posts Available.

No more pages to load.