RDP Komisi III, PT Fahreza Mengakui Keterlambatan Progres Proyek DAS Ampal

oleh -
Wakil ketua Komisi III DPRD kota Balikpapan Fadlianoor, Senin (21/11/2022). Foto: thina/beritakaltim.co

beritakaltim.co- Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang rapat gabungan Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan.

RDP dihadiri Dinas Pekerjaan Umum (DPU), penyedia jasa konstruksi PT Fahreza Duta Perkasa dan konsultan membahas tindak lanjut hasil kunjungan lapangan pengerjaan proyek Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal.

Mega proyek penanganan DAS Ampal yang menelan anggaran sebesar Rp 136 Milyar dengan skema anggaran sampai akhir tahun 2023 yang dikerjakan oleh PT Fahreza hingga pertengahan November belum memenuhi target progres pekerjaan fisik.

Wakil Ketua Komisi III Fadlianoor mengatakan, PT Fahreza mengakui adanya keterlambatan progres karena adanya beberapa faktor.

Dalam kesempatan ini DPRD memberikan waktu kurang lebih selama satu minggu kepada PT Fahreza untuk mencapai target progres pengerjaan. Diakhir bulan November akan melihat kembali progresnya sudah sampai sejauh mana.

“Karena progres sebenarnya sampai akhir Desember harus 32 persen. Sementara per hari ini baru 1 persen, maka itu di akhir November kami akan liat sejauh mana progresnya,” ucap Fadlianoor kepada awak media, Senin (21/11/2022).

Fadlianoor berharap PT Fahreza bisa mengejar target sampai akhir Desember. Sementara untuk sanksi jika tidak mencapai target, hal itu akan dijelaskan pihak PU seperti apa mekanismenya, karena itu sampai dengan pemutusan kontrak terjadi.

“Untuk pengawasan hari-hari kita lewat sana dan kemungkinan tanpa ada pemberitahuan kami komisi III akan kelapangan untuk mengecek pengerjaannya,” jelasnya.

Menurut informasi, pihak konstruksi menambah 25 pekerja dari daerah Jawa, karena ia mengakui jika ia kekurangan tenaga kerja. “Artinya mereka tidak siap dalam segala hal, mengingat kontrak sudah berjalan, ” ucapnya.

Ditanya perihal kelengkapan administrasi dari PT Fahreza, ia katakan bahwa RDP kali ini tidak mengundang pihak URP, tetapi akan dipanggil secara terpisah. “Sudah pasti ini akan kami ditelusuri alurnya, mengapa PT Fahreza yang dimenangkan, jadi akan ditanya mekanismenya,” tutupnya.

Sementara itu, Direktur PT Fahreza Duta Perkasa, Cahyadi optimis target pengerjaan akan bisa terpenuhi. Adapun langkah-langkah untuk mengatasi keterlambatan progres diantaranya melakukan penambahan pekerja dan peralatan.

“Alat kita maksimalkan, kita genjot pemasangan precast, pencapaian terbesar bobotnya disitu,” ucapnya seusai RDP di Ruang Rapat Gabungan DPRD Balikpapan, Senin (21/11/2022).

Terkait penambahan pekerja, pihaknya mendatangkan pekerjanya dari Pulau Jawa dan dalam perjalanan ke Balikpapan. Untuk memaksimalkan pekerjaan menambahkan 1 unit excavator dan 5 dump truck untuk pekerjaan galian di titik Perumahan Wika dan depan Global Sport.

“Sekarang sudah ada 50 orang dan akan kami tambah 50 orang lagi, yang mana sistem kerjanya direncanakan dengan sistem lembur. Material kita sudah ready semua, tinggal pelaksanaannya di lapangan dengan memaksimalkan pekerja,” ucapnya.

Cahyadi berharap, dengan upaya percepatan ini akan dapat mencapai target 32 persen pada akhir tahun ini. Pengerjaan juga akan berjalan secara paralel pada dua titik utama tersebut karena jika dikerjakan secara terpisah, maka target pun tidak akan dapat dicapai.

“Kita optimis akan capai 32 persen itu karena ada upaya percepatan ini,” ucapnya. #

No More Posts Available.

No more pages to load.