Reses Siti Risky Amelia di Berau, Silahtuhrahmi dengan Warga Teluk Sulaiman

oleh -
Kegiatan serap aspirasi (reses) anggota DPRD Kaltim Siti Rizky Amelia ke daerah Teluk Sulaiman, Kabupaten Berau, Sabtu (19/11/2022). Foto: Rukiah/Beritakaltim.co

BERITAKALTIM.CO- Kegiatan reses Anggota DPRD Kaltim Siti Rizky Amelia SE MM di Desa Teluk Sulaiman, Kecamatan Biduk Biduk berjalan penuh kekeluargaan. Sebagai politisi yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Berau, Kutai Timur dan Bontang, Amel (demikian sapaan akrab Siti Rizky Amelia) punya kedekatan dengan warga di sana.

“Assalammuaikum semoga hari ini bapak dan ibu semua dalam keadaan sehat, maaf saya baru bisa berkunjung lagi kemari,” ucap Amel panggilan akrab legislatif dari partai Persatuan Indonesia (PPP) ini.

Menurut Amel Dapilnya ada di 38 kecamatan dari 3 kabupaten dan kota, yakni Kutim, Bontang dan Berau. Geografis kawasan dapilnya cukup menantang, karena jarak antar desa, antar kecamatan lumayan jauh dengan medan yang berat.

Lantaran itu, ketika dia harus melaksanakan tugas reses atau penyerapan aspirasi, seperti yang sedang dilakukan pada bulan November ini, Amel mengakui harus menyiapkan waktu khusus untuk bisa sampai kembali bersilahtuhrahmi dengan warga Teluk Sulaiman.

“Saya sampai Tanjung Redeb kemarin siang dan langsung menyusuri pesisir Berau dan hari ini saya bersyukur bisa kembali berada di tengah tengah bapak dan ibu,” tutur Amel menceritakan perjalanannya mengunjungi warga dengan berbagai rintangan melintasi jalan darat, laut dan udara.

Kedatangan anggota komisi II DPRD Kaltim ini disambut baik oleh warga, Amel yang datang didampingi seorang pegiat lingkungan, Ketua Trash Hero Indonesia Iwayan Aksara, berharap Bidukbiduk dengan pantainya yang indah bisa seperti Bali, karena memiliki lingkungan yang bersih bebas dari sampah khusus sampah plastik.

“Kebetulan saya datang bersama pak Wayan Aksara dan bunda Dewi, mereka datang dari bali ingin berbagi ilmu, agar biduk biduk bisa menjadi daerah wisata yang dikenal luas,” tukas Amel.

Pada kesempatan itu Iwayan Aksara juga menyampaikan, kunci keberhasilan daerah untuk bisa menjadi daerah tujuan wisata yang dikenal luas itu adalah lingkungan yang bersih kelestarian alamnya terjaga.

“Dan ini hanya bisa dicapai kalau masyarakat perduli dengan kebersihan serta terlihat langsung dalam menjaga kelestarian alam nya,” tutur Iwayan Aksara.

Dikatakannya, saat ada orang yang datang untuk berwisata pada satu kawasan, apabila kawasan tersebut terlihat kotor tidak terawat dan banyak ditemui sampah, otomatis orang tersebut merasa jera untuk mau datang kembali. Di samping itu orang tersebut akan menceritakan pengalamannya kepada orang lain.

“Coba bayangkan kalau orang yang datang melihat kondisi bidukbiduk yang kotor, mereka pasti jera mau datang lagi. Tapi sebaliknya apa bila mereka melihat bidukbiduk yang bersih dan indah, mereka akan menceritakan pada teman-teman mereka. Dan sekarang dengan adanya media sosial informasi itu akan sangat cepat menyebar,” tukasnya.

Pada kesempatan tersebut salah seorang warga mengatakan, ia sangat tertarik ingin belajar banyak tentang pariwisata. Menurutnya bidukbiduk memiliki potensi wisata yang tidak kalah dengan Bali.

”Di sini kita juga punya obyek wisata yang tidak kalah dengan di Bali, cuma saja tidak banyak dikenal masyarakat luas, sebab itu kedatangan ibu Amel berserta pak Aksara bisa memberikan pengetahuan bagi masyarakat bidukbiduk, khusus untuk warga Teluk Sulaiman, bagaimana memajukan wisata di daerah ini,”ucap Hadi.

Selain itu ia juga mengharap pada pertemuan ini Amel bisa menyampaikan keinginan warga agar pemerintah memperhatikan akses jalan ke kecamatan Bidukbiduk.

“Tolong lah Bu, sampaikan pada pemerintah agar akses jalan menuju bidukbiduk ini bisa lebih diperhatikan, karena akses jalan juga sangat penting untuk menunjang wisata disini,” tukasnya.

Di bagian lain salah satu warga Tanjung Suleman Hamzah berharap, adanya bantuan langsung untuk para nelayan, yaitu pemecah ombak di sekitar Teluk Sulaiman. #ADV

No More Posts Available.

No more pages to load.