BeritaKaltim.Co

Miris !! Masih Banyak Dijumpai Anak Putus Sekolah di Balikpapan Utara

BERITAKALTIM.CO- Kota Balikpapan sebagai Penyanggah Ibu Kota Negara (IKN) masih banyak dijumpai anak-anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang lebih atas, atau putus sekolah. Pemicunya, tak lain karena ketidakadaan biaya untuk melanjutkan pendidikan.

Kondisi dunia pendidikan kota Balikpapan menjadi sorotan Anggota DPRD kota Balikpapan Syarifuddin Oddang yang berjumpa langsung dengan anak-anak putus sekolah.

“Ini salah satu bagian kota Balikpapan yang tidak termonitor sekarang ini, sehingga bagaimana pemerintah mengatasi permasalahan ank putus sekolah,” ucap Anggota DPRD kota Balikpapan Syarifuddin Oddang saat bertemu dengan seorang anak yang putus sekolah, Jumat (2/12/2022).

Dari pantauan media di area Bhumi Nirwana, terlihat anak-anak menjajakan kue, tisue bahkan ada yang menjadi pengamen. Ketika media bertanya mayoritas dari anak-anak tersebut putus sekolah dan akhirnya membantu perekonomian orang tua dengan bekerja seperti itu.

Oddang panggilan akrabnya menyampaikan, di area Balikpapan Utara, banyak dijumpai anak-anak putus sekolah yang bekerja sebagai pengamen, jual tissu. Lantaran harus memilih membantu mengatasi perekonomian keluarga. Padahal semestinya mereka berada dalam pengawasan dan perlindungan orang tua demi mendapatkan pendidikan yang layak.

“Didalam aturan Undang-undang, pemerintah wajib membiayai anak-anak putus sekolah, seperti anak ini kelas 5 tidak bisa melanjutkan sekolah dan memilih mengamen untuk bantu keluarga,” jelasnya.

Masih adanya angka anak putus sekolah pada anak usia SD, perlu menjadi perhatian berbagai pihak baik itu pemangku kebijakan dan pihak yang berwenang dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan.

“Dibalikpapan program wajib belajar sembilan tahun harus ditegakkan. Anak-anak putus sekolah wajib mendapatkan pendidikan,” ucap mantan Guru SMK Setia Budi ini.

Menurutnya, jika permasalahan ini memang harus di tangani bersama, maka Disdik bisa bekerjasama dengan Dinsos untuk menelaah sumber masalahnya.

“Jika memang warga kurang mampu Dinsos pasti memiliki data, alangkah baiknya jika segera diatasi supaya tidak ada lagi anak yang tidak bersekolah,” tutupnya. #

Comments are closed.