BeritaKaltim.Co

Fakta Baru Kasus Asusila Perwira Paspampres dengan Wanita Kostrad, Panglima TNI: Suka Sama Suka

BERITAKALTIM.CO- Kasus asusila yang dituduhkan kepada seorang Mayor Paspampres dengan prajurit muda wanita Kostrad menemukan fakta baru. Kasus itu bukan perkosaan, tapi suka sama suka.

Temuan baru itu disampaikan langsung oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Andika menyatakan tak ada unsur pemerkosaan di kasus tersebut.

“Memang dugaan awal sesuai laporan dari yang diduga korban adalah tindak pidana pemerkosaan. Dari awal kita memeriksa Mayor BFH ini dengan dugaan pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan,” kata Jenderal Andika kepada wartawan, Kamis (8/12/2022).

“Tetapi dalam pemeriksaan kami, kedua belah pihak yang tadinya dianggap sebagai korban yang melaporkan, perkembangannya berbeda. Karena sangat besar kemungkinan tidak ada korban. Jadi sangat besar kemungkinan dua-duanya adalah pelaku atau tersangka,” imbuhnya.

Andika mengatakan fakta baru itu terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan. Andika mengatakan kemungkinan keduanya suka sama suka melakukan tindakan asusila.

“Dari hasil pemeriksaan atau pengembangan baru yang menyatakan atau yang mengindikasikan, ini tidak dilakukan dengan paksaan. Artinya suka sama suka, dan beberapa kali dan itu bukan pemerkosaan sehingga arahnya keduanya menjadi tersangka,” ucapnya.

Jika keduanya terbukti bersalah, tak hanya hukuman pidana yang akan menjerat keduanya. Namun juga sanksi dari internal TNI.

“Tapi untuk aturan internal, karena dilakukan sesama keluarga besar TNI, konsekuensinya adalah hukuman pemecatan dari dinas,” jelas dia.

Kasus ini ditangani Mabes TNI. Kejadiannya terjadi di salah satu hotel di Bali pada 15 November 2022 malam. Keduanya memang ditugaskan untuk melakukan pengamanan di KTT G20 Bali.

Awalnya Mayor Paspampres itu mendatangi korban dengan alasan koordinasi. Menurut pengadu, korban yang sedang tidak enak badan itu diperkosa. Korban saat itu baru sadar saat keesokan paginya.

Korban sudah dilakukan pemeriksaan medis dan juga diperiksa oleh Pomdam IV/Hasanudin. #

Comments are closed.