BERITAKALTIM.CO- Bos besar PT Bayan Resources Tbk (BYAN), salah satu perusahaan batu bara yang beroperasi di Kalimantan Timur, Dato’ Dr Low Tuck Kwong, diumumkan majalah Forbes melejit kenaikan harta kekayaannya.
Dia menduduki posisi nomor tiga orang terkaya Indonesia, setelah kakak beradik pemilik Grup Djarum, Rudi Budi Hartono dan Michael Hartono.
Naik tajamnya harta Low Tuck Kwong, dipicu oleh kenaikan harga batu bara dalam setahun terakhir. Para taipan di Indonesia yang berbisnis di bidang batubara, terus mendapatkan cuan beberapa waktu terakhir.
Melansir dari Forbes Real Time Billionaire, Selasa (13/12/2022), harta kekayaan yang dimiliki Low Tuck Kwong saat ini sebesar US$ 18,1 miliar atau sekitar Rp 282,36 triliun (kurs Rp 15.600/dolar AS).
Padahal sebelumnya dalam catatan Forbes, dirinya ditaksir memiliki kekayaan sebesar US$ 1,1 miliar (Rp 17,16 triliun).
Dari sana nampak bahwa dalam setahun terakhir harta kekayaan yang dimilikinya meningkat sangat tinggi hingga US$ 17 miliar (Rp 265,2 triliun).
Meroketnya harga batubara membuat saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang dia kendalikan melesat tinggi.
Sejauh ini, posisi puncak orang terkaya di Indonesia masih dipegang Hartono bersaudara. Pemilik Grup Djarum ini masih belum tergeser di posisi nomor satu dan nomor dua terkaya di tanah air dalam 14 tahun terakhir.
Nilai kekayaan Rudi Budi Hartono sebesar US$ 22,4 miliar atau setara Rp 349,44 triliun. Sementara saudaranya Michael Hartono sebesar US$ 21,6 miliar atau setara Rp 336,96 triliun.
Dengan demikian harta kekayaan kakak beradik ini mencapai US$ 44 miliar atau sekitar Rp 686,4 triliun. #
Comments are closed.