BeritaKaltim.Co

Sudah 26 Orang Mendaftar Jadi Bakal Calon Anggota DPD ke KPU Kaltim

BERITAKALTIM.CO- Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim Jalan Basuki Rahmad Samarinda mulai disibukkan adanya pencalonan anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah). Menurut jadwalnya, masa pendaftaran dibuka hingga hari Kamis (29/12/2022).

Sampai hari Rabu (28/12/2022), peminatnya sudah membludak. Walau nantinya hanya dipilih empat orang mewakili Kaltim sebagai anggota DPD atau yang akrab disebut “senator”, tapi yang mendaftar dan mendapat akun Silon sudah ada 26 orang.

Silon adalah Sistim Informasi Pencalonan, yakni aplikasi untuk para calon anggota DPD mengisi berbagai persyaratannya.

“KPU Kaltim akan terus menunggu para bakal calon lainnya mendaftar sampai hari Kamis 29 Desember 2022, jam 23.59 wita,” kata Rudiansyah, Ketua KPU Kaltim.

Sejumlah nama tokoh Kaltim muncul sebagai calon anggota DPD, selain ada incumben Zainal Abidin dan Aji Mirni Mawarni, ikut mendaftar juga Rendy Ismail dari Balikpapan dan Emir Moeis yang pernah jadi anggota DPR RI dari PDI Perjuangan.

Kemudian nama lainnya, ada Jawad Sirajuddin yang sekarang masih menjadi anggota DPRD Kaltim dari fraksi PAN, serta Martinus, juga anggota DPRD Kaltim dari fraksi PDI Perjuangan.

Sofyan Hasdam yang sebelumnya disebut-sebut bakal maju jadi anggota DPR RI dari Partai NasDem, ternyata ikut mendaftar dan telah menyerahkan surat dukungan dari calon pemilihnya.

Kemudian terlihat juga nama Yulianus Henoch Sumual, tokoh suku Dayak.

Untuk menjadi catatan, setiap calon anggota DPD diwajibkan menyerahkan surat dukungan minimalnya tersebar 5 kabupaten kota se Kaltim. Jumlah dukungan dibuktikan sebanyak 2.000 orang.

KPU setelah menutup masa pendaftaran akan melakukan verifikasi administrasi dan dilanjutkan dengan verifikasi faktual.

Pada tahap verifikasi, pendukung bakal calon tidak dibolehkan memberikan dukungan kepada bhakal calon lainnya. Jika ketahuan oleh KPU, maka sanksinya bakal calon anggota DPD dikenai pengurangan jumlah dukungan sebanyak 50 kali temuan bukti data palsu atau data yang digandakan. Hal itu sesuai PKPU No 10 Tahun 2022 pasal 11. #

Wartawan: Charle

Leave A Reply

Your email address will not be published.