BeritaKaltim.Co

Kasus “Nano Bubble” PDAM Naik Tahap Penyidikan

BERITAKALTIM.CO- Kejaksaan Negeri Kota Balikpapan menaikkan status kasus pengadaan “nano bubble” PDAM Kota Balikpapan ke tingkat penyidikan.

Kasi Pidsus Kejari Kota Balikpapan Rudi Susanto menjelaskan bahwa pihaknya telah menaikkan status kasus tersebut ke tingkat penyidikan sejak September 2022 lalu.

Sebanyak 20-an orang telah diminta keterangan. Mereka dari kalangan internal perusahaan air minum itu serta beberapa pihak terkait.

Rudi menjelaskan, untuk penanganan kasus pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) untuk melakukan perhitungan.

Namun masih belum bisa dilaksanakan karena banyak petugas BPKP yang cuti pada akhir tahun. Sehingga direncanakan akan dilaksanakan pada awal tahun 2023 mendatang.

“Sudah ada kesepakatan untuk dilakukan perhitungan, cuma kemarin ada kendala. Akhir tahun banyak tenaga dari BPKP yang cuti, juga dengan petugas-petugas auditor menyelesaikan tunggakan sebelumnya. Maka untuk yang PDAM ini direncanakan di awal tahun dilakukan auditnya,” katanya ketika diwawancarai wartawan di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Balikpapan, Rabu (28/12/2022).

Rudi menjelaskan, nilai pekerjaan untuk proyek nano bubble ini tercatat mencapai Rp 6 miliar, yang dialokasikan untuk pengadaan di dua lokasi di lingkungan Perumda Tirta Manuntung atau PDAM.

Terkait apakah sudah ada calon tersangka dalam kasus ini, ia mengatakan bahwa pihaknya belum bisa berkomentar karena masih menunggu hasil audit dari BPKP.

“Untuk calon tersangka masih menunggu hasil audit dari BPKP. Karena tentunya sebelum menetapkan tersangka harus ada minimal dua alat bukti yang kuat,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, untuk tahun 2022 ini Kejaksaan Negeri Kota Balikpapan menangani dua kasus yang masuk pada tahap penyidikan.
Kasus yang pertama dugaan penyimpangan kredit fiktif di Pegadaian Kanwil Balikpapan, dan kedua kasus kegiatan pengadaan plasma nanobubble di PDAM atau Perumda Tirta Manuntung.

“Untuk yang Pegadaian itu sudah inkrah. Sudah selesai. Sedangkan untuk nanobubble kita sudah berkoordinasi dengan BPKP. Sudah ada kesepakatan untuk dilakukan perhitungan. Cuma kemarin ada kendala akhir tahun, banyak tenaga dari BPKP yang cuti,” ucapnya. #

Leave A Reply

Your email address will not be published.