BERITAKALTIM.CO- Berbagai lembaga survei politik ternama di tanah air terus menggelindingkan hasil kerjanya. Termasuk diantaranya Indikator Politik Indonesia, yang dikomandani Burhanuddin Muhtadi.
Dari 10 nama bakal Capres yang disurvei, menurut Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi pers daring, Rabu(4/1/2023), elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berada di posisi teratas dengan 31,5 persen.
Disusul oleh Anies Baswedan dengan tingkat elektabilitas 24,4 persen dan Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan 21,4 persen.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (6,7 persen), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono 2,0 persen, dan Menteri BUMN Erick Thohir (1,6 persen).
Kemudian, Ketua DPR Puan Maharani (1,6 persen), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno (1,3 persen), Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (0,7 persen), dan paling bawah adalah Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin (0,5 persen).
Data lain yang diungkap Indikator Politik, sebanyak 8,2 persen dari total responden belum menentukan sikap.
Dalam simulasi tiga nama, nama Ganjar berada teratas dengan elektabilitas sebesar 35,8 persen. Selanjutnya ada Anies (28,3 persen) dan Prabowo (26,7 persen).
Menurut Burhanuddin elektabilitas Ganjar dan Prabowo mengalami peningkatan ketimbang hasil survei pada November 2022. Sedangkan elektabilitas Anies justru mengalami penurunan ketimbang hasil survei sebelumnya.
Burhanuddin juga menjelaskan penyebab naiknya elektabilitas Ganjar Pranowo meningkatnya kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, ada pola yang berkaitan antara kepuasan publik terhadap Jokowi dengan elektabilitas Ganjar, Prabowo, dan Anies.
“Ketika approval Presiden naik di bulan Desember, itu yang meningkat elektabilitasnya yang meningkat itu Ganjar dan Prabowo, yang turun elektabilitasnya Anies, tapi ketika elektabilitas meningkat itu terjadi ketika approval Presiden turun,” ujar Burhanuddin.
Indikator Politik Indonesia melakukan survei pada 1 sampai 6 Desember 2022, dengan jumlah responden sebanyak 1.220 orang. Populasi survei adalah warga negara Indonesia yang tersebar di 34 provinsi yang telah memiliki hak pilih.
Responden terpilih diwawancara secara tatap muka. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan toleransi kesalahan atau margin of error sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. #
Wartawan: Charles