BeritaKaltim.Co

Goa Peninggalan Jepang di Balikpapan dan Tarakan

TAHUN 1942, kekuasaan Kolonial Belanda berakhir di Nusantara, setelah pasukan Matahari Terbit Jepang merebut paksa. Fakta sejarah menyebutkan, Kaisar Yamamoto yang kelak berkuasa di Indonesia mulai berdatangan, masuk ke Indonesia melalui Tarakan, sebuah pulau yang sekarang dikenal sebagai Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara.

Inilah awal pasukan Jepang berkuasa dan menduduki wilayah Indonesia dengan terlebih dahulu menaklukkan penguasa Eropa, yaitu Belanda.

Pada bulan yang sama, kemudian Jepang menduduki Balikpapan, yang sudah terkenal sebagai pusat penyulingan minyak terbesar di Kalimantan. Dengan dikuasainya Balikpapan sekaligus sumber minyak, maka Jepang memiliki sumber penyokong kebutuhan minyak bagi persenjataan Jepang di perang Asia Pasifik.

Setelah menduduki Tarakan dan Balikpapan, Jepang mulai memperbaiki semua fasilitas yang ada dan telah rusak akibat dari perebutan kekuasaan dari tangan Kolonial. Mereka juga membangun tempat-tempat pertahanan seperti Bunker, Gua atau Goa dan fasilitas penunjang lainnya.

Bunker dan Gua-Gua tersebut difungsikan untuk kebutuhan perang pada saat itu. Jepang mempertahankan wilayah Gua sebagai tempat menaruh amunisi, bahkan Gua juga berfungsi sebagai tempat pertemuan Jenderal dengan panglima Perangnya, selain sebagai tempat pertahanan dan persembunyian.

Gua Jepang zaman perang tersebut terdapat seperti di Mamburungan, Paningki, Juata, pantai Amal, dan sekitarnya di Tarakan. Sedangkan di kawasan Balikpapan, seperti Gunung Pasir, Gunung Malang, Markoni, Gunung Pipa, Gunung Meriam, kawasan Kilo, Steleng, Gunung Kemendur, Gunung Tehnik, Gunung Dubs, Volker, Manggar, Lamaru,Teritif serta kawasan pantai di perairan Balikpapan .

Dari sekian banyak Bunker dan Gua tersebut, salah satunya Gua Volker yang berada dalam wilayah KeLurahan Perapatan Kecamatan Balikpapan Kota. Pada zamannya, Gua tersebut sangat penting bagi Jepang untuk pertahanan dari serbuan tentara Sekutu.

Gua Chevron, Volker, Dubs dan lainnya dijadikan tempat berlindung oleh Tentara Jepang.

Nah, sebagai bahan informasi untuk para pendatang ataupun wisatawan lokal, Balikpapan adalah kawasan berbukit, sehingga warga Balikpapan terbiasa menyebut “Bukit” dengan kata “Gunung” sehingga perbukitan di Balikpapan terjebak dengan Sebutan Gunung.

Itu sebabnya sekarang di Balikpapan ada nama-nama daerah Gunung Satu, Gunung Empat, Gunung Kawi, Gunung Belah, Gunung Malang, Gunung Sepuluh, Gunung Tehnik, Gunung Dubs, Volker, Gunung Samarinda, Gunung Tembak, Gunung Meriam, Gunung Traktor, Gunung Bugis, Gunung Gembira, Gunung Lampu dan gunung gunung lainya.

Kembali ke cerita Gua atau Goa zaman Jepang, ada salah satu Gua di Balikpapan yang populer di masyarakat Balikpapan karena cerita angker, penuh misteri, yaitu Gua Volker.

Di kawasan Gua Volker terdapat sebuah Halte tua yang hingga saat ini penuh dengan mistis (horor). Konon di halte itu ada “sang penunggu”, yaitu Suster Maria yang memiliki nama aslinya ” Marie van Veenen”. Suster Maria dalam cerita-cerita melagenda adalah seorang baby sitter yang tewas dibunuh oleh kalangan perampok.

Cerita-cerita warga, suatu saat terlihat penampakkan dirinya dalam suasana hening, hujan gerimis atau suasana tertentu. #

Naskah: Muhammad Asran

FOTO PENDUKUNG

[metaslider id=”78444″] Foto Goa Volker di Prapatan dan Tentara Sekutu sedang menembakkan Tank Fire ke mulut gua Jepang. Foto Meriam Jepang di Bukit Markoni, dan Bunker Jepang di bibir pantai Batakan di belakang PT Rimex. Foto: Keloksi M. Asran

Leave A Reply

Your email address will not be published.