BERITAKALTIM.CO- Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda berserta Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur (Kemenkumham Kaltim) meresmikan Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) konveksi dan Pos Pelayanan terpadu Pembinaan Masyarakat (Posyandu-Pas). Hal ini merupakan bentuk upaya dalam meningkatkan kompetensi warga binaan.
“Hari ini kami membuka beberapa program strategis sebagai bentuk upaya memperkuat keahlian kerja warga binaan rehabilitasi sosial, agar menciptakan kehidupan mereka yang lebih baik lagi pada saat keluar dari Lapas,” jelas Kalapas Narkotika Kelas IIA Samarinda Hidayat, Selasa (14/2/2023) dihadapan awak media.
Lebih lanjut, program strategis yang dibuka dan diresmikan itu sebagai program rehabilitasi sosial bagi warga binaan pemasyarakatan, program pelatihan kemandirian,dan penandatanganan kerjasama dengan para pemangku kepentingan, serta peresmian gedung SAE konveksi dan Posyandu-Pas.
Melalui program tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kompetensi warga binaan agar dapat kembali ke lingkungan masyarakat dalam keadaan normal, dan siap untuk menjalani kehidupan yang lebih layak, serta penuh rasa tanggungjawab.
“Untuk rehabilitasi sosial ada 180 warga binaan, lalu yang mengikuti program pembinaan kemandirian sebanyak 80 orang. Diharapkan semuanya bersertifikat, dengan keterlibatan program sampai dengan 156 hari hingga mahir,” harap Hidayat.
Di sisi lain, Kepala Kanwil Kemenkumham Kaltim Sofyan menyampaikan, bahwa program pemberantasan ketergantungan narkoba bukan hanya tanggungjawab aparat, namun juga menjadi tanggungjawab semua pihak.
“Kita ingin program yang telah diluncurkan ini bermanfaat bagi warga binaan Lapas, dan terbebas dari gangguan fungsi dalam berinteraksi sosial, bisa meningkatkan keahlian kerja bermanfaat saat nanti keluar dari Lapas,” ucap Kakanwil Kemenkumham Kaltim Sofyan.
Ia juga turut mengingatkan kepada warga binaan, agar tidak sekali-kali melakukan penyeludupan narkoba ke dalam Lapas, sebab percuma melakukan program pemberdayaan warga lapas, jika masih ada penyeludupan narkoba,hingga masih menggunakannya.
Kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh Kapolresta Samarinda, Dandim Samarinda, dan juga para akademisi dari perguruan tinggi samarinda. #
Reporter: Nita | Editor: Wong