BeritaKaltim.Co

Isran Jadi “Pahlawan” STIE

TIADA pekan tanpa di kampus. Itu yang dilakukan Gubernur Kaltim Dr Isran Noor. Istirahat sebentar menikahkan putri bungsunya, akhir pekan ini Isran masuk kampus lagi. Dia menyampaikan orasi ilmiah pada acara wisuda S1 dan pasca-sarjana  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Keluarga Pahlawan Negara (STIE YKPN) di Yogyakarta.

Temanya tak berubah tentang IKN. Ibu Kota Nusantara. Dia memang mendapat amanah dari Presiden Jokowi agar memberikan penjelasan dari kampus ke kampus. Biar dunia perguruan tinggi paham betul bahwa pembangunan IKN membawa berkah untuk kemajuan bagi bangsa Indonesia di masa depan, bukan sebaliknya.

Isran sudah singgah di beberapa kampus besar. Mulai Unhas Makassar, UGM, UI, Universitas Gunadharma dan Sabtu (4/3) ini di kampus STIE YKPN, Jl Seturan Raya, Depok-Sleman. Rencananya dia juga akan bicara di beberapa kampus di wilayah Sumatera.

STIE YKPN adalah salah satu perguruan tinggi swasta yang berkembang maju di kota Gudeg. Akreditasinya sudah mencapai A. Mahasiswanya sekitar 1.500 orang.  Didirikan pada 12 September 1980 dengan menyelenggarakan program  pendidikan S1 ilmu ekonomi jurusan akutansi, manajemen dan ekonomi pembangunan, pascasarjana dan program pendidikan profesi akuntansi.

Di hadapan 339 wisudawan S1 dan 31 magister serta sivitas akademika yang hadir, Isran dengan lancar memaparkan alasan pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke kawasan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim.

Menurutnya, pemindahan ibu kota bukan sesuatu yang baru. Presiden Jokowi mengeksekusi gagasan yang sudah ada sejak presiden pertama. Waktu itu Presiden Soekarno merencanakan pemindahan ibu kota ke Palangkaraya, Kalteng.  Lalu diteruskan Presiden Soeharto, yang ingin memindahkan ibu kota ke Jonggol, sebuah daerah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Karena berbagai hal, gagasan besar itu tersendat. Akhirnya oleh Jokowi dengan segala keberanian dan perhitungan yang matang ditetapkan di Kecamatan Sepaku, PPU, Kaltim melalui UU IKN Nomor 3 Tahun 2022.

“Sudah benar Presiden Jokowi menetapkan lokasinya di Kaltim,” kata Isran. Meski tadinya ada beberapa daerah menjadi kandidat. Karena Kaltim masih luas wilayahnya dan mengandung sumber daya alam, yang saat ini memberi kontribusi terbesar terhadap pemasukan devisa negara. Lagi pula keamanan di Kaltim sangat kondusif dan hampir tidak pernah terjadi gesekan antaretnis.

Atas nama rakyat Kaltim, Isran ikhlas dan “to’at” melepas sekitar 256 ribu hektare wilayah di Sepaku menjadi wilayah IKN. Seluas 56 ribu di antaranya ditetapkan sebagai kawasan inti IKN, yang saat ini tengah dilakukan pembangunan  Istana Kepresidenan dan sejumlah perkantoran kementerian.

Seperti juga ditegaskan Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan, Isran mengatakan bahwa ada beberapa alasan pertimbangan mengapa ibu kota harus segera dipindahkan dari Jakarta. Di antaranya untuk menggeser kesan pembangunan yang terlalu Jawasentris menjadi Indonesiasentris.  Sekaligus untuk menghapus kesenjangan ekonomi, di mana selama ini kontribusi PDRB nasional masih terpusat di Pulau Jawa.

Dengan dipindahkannya ibu kota dari Jakarta ke Sepaku, Kaltim, maka pembangunan Indonesia lebih mencerminkan rasa keadilan dan pemerataan. Jakarta tidak lagi menanggung beban yang sangat berat dan sebaliknya daerah di luar Pulau Jawa mendapatkan kesempatan berkembang lebih pesat.

PEMIMPIN 2024

Isran memuji STIE YKPN berhasil menelurkan ribuan sarjana ekonomi baik jurusan akuntansi, manajemen dan ekonomi pembangunan. Bahkan pada wisuda yang dihadirinya itu, ada 9 mahasiswa asal Kaltim yang ikut diwisuda. “Alhamdulillah, itu bukti anak-anak Kaltim juga punya kualitas memadai,” katanya bangga.

Gubernur Kaltim ini juga memberikan kejutan dan motivasi. Dia memberikan hadiah beasiswa kepada seorang lulusan terbaik STIE YKPN, putra seorang penjaga kampus atau satpam. “Saya akan memberikan beasiswa S3 kepada yang bersangkutan,” katanya disambut tepuk tangan dari seluruh wisudawan. Hal yang sama dia berikan juga kepada wisudawan terbaik pemandu ikrar wisudawan untuk meneruskan ke S2.

Harianto, seorang mahasiswa STIE YKPN memberikan pujian atas perhatian Gubernur Kaltim yang dilakukan spontan. “Gubernur Isran menjadi ‘pahlawan’ di sekolah bernama pahlawan negara ini,” katanya terharu.

Ketika Ketua STIE YKPN Dr Wisnu Prajogo menawarkan kerjasama pendidikan, penelitian, dan pengabdian, Gubernur Isran langsung meminta dilakukan penandatanganan MOU saat itu juga. Dr Wisnu sempat kaget karena tidak menyangka langsung disanggupi Gubernur.

Isran sempat memberi semangat kepada lulusan STIE YKPN agar tumbuh dan berkembang menjadi kader dan pemimpin bangsa terbaik di masa depan. Ia juga menyinggung perlunya pada pemilu serentak, lahir calon-calon pemimpin bangsa yang punya visi dan pemikiran jauh ke depan.

Ketika memberikan orasi ilmiah di Unhas dan Gunadharma, Isran disebut-sebut oleh kedua rektor universitas tersebut sebagai calon pemimpin bangsa dari kawasan Timur Indonesia. “Ini harapan kita, Gubernur Isran mewakili tokoh dari Indonesia Timur,” kata Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa (JJ).

Saya bersama Hafni Kanafe dari Balikpapan menyertai perjalanan gubernur. Ada juga Dr Nurdin, Yayan Aliansyah, dan Adrian Hakim. “Hampir semua kampus yang kita datangi sangat mengapresiasi Gubernur Isran. IKN dan Isran seperti menjadi masa depan kita,” tandasnya.(*)

*) Rizal Effendi
– Wartawan senior Kalimantan Timur
– Wali Kota Balikpapan dua periode (2011-2021)

Leave A Reply

Your email address will not be published.