BERITAKALTIM.CO- Komisi II DPRD kota Balikpapan Kunjungan Lapangan (Kunlap) ke Pasar Pandansari. Kunlap ini merupakan tindaklanjut Rapat antar lintas dengan Dinas Perdagangan (Disdag) sebagai upaya penataan ulang Pasar Pandansari
Sebelum dilakukan penataan ulang pasar Pandansari yang akan dilakukan Juli hingga Desember 2023 dengan rencana anggaran Disdag, Komisi II DPRD Balikpapan melihat langsung titik mana saja yang akan dilakukan penataan ulang.
Kunlap ini dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Suwanto yang dihadiri Seketaris Disdag Syafar, Plt Satpol PP Izmir dan UPT Pasar Pandasari, Senin (27/3/2023).
Dari pantauan media di lokasi, masih banyak terdapat pedagang yang berjualan di luar pasar, meski sudah diberi pembatas dan jam berjualan.
Didalam pasar masih banyak lapak yang kosong dan penjual enggan untuk berpindah ke lapak dan lebih memilih berjualan diluar pasar.
” Ini merupakan tindaklanjut pembicaraan di kantor Disdag, hari ini melihat langsung langkah-langkah apa saja yang direncanakan Disdag terkait pembenahan pasar Pandansari, ” ucap Ketua Komisi II DPRD kota Balikpapan Suwanto seusai Kunlap ke Pasar Pandansari.
Menurut Suwanto, melihat keadaan Pasar Pandasari sangat memprihatinkan, pedagang yang berjualan diluar sangat banyak sehingga diperlukan pembenahan dengan perencanaan yang sistematis, tidak terburu-buru dalam penyelesaian.
“Kita tidak mau buru-buru dalam menentukan arah perbaikan pasar Pandansari, percuma dibaiki jika nanti pedagang kembali lagi dan ditertibkan. Ini yang kami tidak mau, ” ucapnya.
Setelah melihat keadaan pasar Pandansari, Suwanto katakan, perlu dibentuk tim kecil untuk berdiskusi langsung terkait pembenahan ini sehingga nantinya akan melibatkan tokoh masyarakat, pedagang pasar dan stakeholder.
“Ini masih kita godok permasalahan pembenahan pasar karena untuk saat ini kita belum melibatkan pedagang terlebih dulu, ” jelasnya.
Di tempat yang sama Seketaris Dinas Perdagangan Syafaruddin mengatakan, berbagai hal telah didiskusikan terkait pembenahaan pasar pandansari.
” Ada beberapa akses pengangkutan barang yang diperbaiki, membongkar tangga untuk mempermudah menuju kios, dan rencana pembangunan fisik parkir lantai 2 dan 3,” ucapnya.
Penertiban masif juga akan dilakukan lantaran zonasi dagangan bercampur baur sehingga pembeli memilih akses yang termudah untuk membeli. Sehingga pedagang yang berada dilantai atas akan kembali lagi ke luar pasar.
” Ini rencana kedepannya, pedagang akan ditertibkan untuk dimasukkan kedalam gedung, dan zonasi akan diatur sehingga tidak bercampur baur, ” ucapnya.
” Akses barang maupun orang akan dirapikan, dibenahi dan ditata kembali, begitupun juga zonasi akan ditata semisal orang berjualan bawang akan berkumpul dengan pedagang bawang, ” tutupnya. #
Reporter: Thina | Editor: Wong