BeritaKaltim.Co

Pengguna Berat Sabu Ngaku Petugas BNN Ditangkap, Gadaikan 30 Kendaraan Milik Rental Mobil

BERITAKALTIM.CO- Aksi pria satu ini tergolong nekat. Bagaimana tidak, namanya Reza Yulio, berumur 30 tahun. Mengaku sebagai petugas BNN (Badan Narkotika Nasional). Dengan berbekal Id Card (KTA BNN) yang dibuatnya sendiri, pria bertubuh gempal ini berhasil mengelabui sejumlah pemilik rental mobil.

Cerita penangkapan Reza Mulio diungkapkan oleh tim BNN saat Kamis (13/7/2023) menggelar ekspose kasus Narkoba dan pemusnahan barang bukti di Kantor BNN Provinsi Kaltim Jalan Rapak Indah KM.1, Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda.

Awalnya dari laporan masyarakat, petugas BNN Provinsi Kalimntan Timur, berhasil mengamankan Reza Yulio di sebuah rumah kost, di Jalan Pangeran Antasari, Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Samarinda Ulu. Jumat (30/6/2023), jam 22.30 Wita.

Pemilik kos curiga akan gerak-gerik pria yang tinggal di salah satu kamar miliknya. Dia mersa janggal, sebab Reza mengaku petugas BNN malah jadi pemakai narkoba jenis sabu. Dan akhirnya pemilik kost melapor ke petugas BNN.

Petugas pun sigap. Setelah menerima laporan, langsung bergerak melakukan penyelidikan dan ternyata Reza yang selama ini ngakunya petugas BNN adalah petugas gadungan.

Kombes Pol Dedy Agustono, Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelejen BNNP Kaltim menjelaskan, pemilik kos melaporkan kepada polisi bahwa yang bersangkutan sering terlihat memakai Kartu Tanda Anggota (KTA) BNN.

“Lalu anggota kami melakukan langkah penggerebekan dan menemukan BB satu poket sabu yang belum digunakan, lengkap dengan alat hisap (bong) serta pipet,” jelasnya.

“Dia memang pengguna berat sabu, saat penggerbekan pelaku hendak menggunakan barang haram itu, tapi keburu diamankan petugas kami,” tulisnya.

Setelah ditangkap karena kasus penggunaan Narkoba jenias sabu, ternyata ada tindak kejahatan lain selain identitas pemalsuan. Reza sering melakukan penipuan terhadap pemilik rental mobil. Tak tanggung-tanggung sebanyak 30 unit kendaraan mobil yang sudah disewa lalu digadaikan Rp.30-40 juta.

Reza Yulio saat memberikan keterangan dengan awak media mengatakan, mobil disewa mengatas namakan kantor BNN dengan bermodalkan KTA BNN yang dipalsukan. Kemudian mobil digadaikan uangnya digunakan berbisnis.

“Itu ide teman bikin KTA palsu. Saya desain sendiri dan dicetak dipercetakan,” ujarnya.

“Mobil saya sewa sebulan dengan harga Rp.8 juta dengan jaminan KTP, kemudian digadai dengan harga Rp.30-40 juta, uangnya untuk keperluan bisnis lalu sebagian untuk membeli sabu,” katanya.

Dia tidak bekerja sendiri. Dalam pengakuannya ada juga keterlibatan rekan yang lain. Namun Reza mengaku atas nama perbuatanya sendiri sebanyak 7 orang. Dan Reza mengatakan perbutannya ini berlangsung sejak dua bulan terakhir.

Kombes Pol Dedy Agustono sebelum menutup keterangannya menghimbau kepada masyarakat agar segera melapor jika ada yang merasa dirugikan dengan perbuatan pelaku. Dan diminta akan berkeordinasi dengan pihak Polres Samarinda untuk pengembangan kasus ini. #

Reporter: Awang Fathur | Editor: Wong 

Leave A Reply

Your email address will not be published.