BERITAKALTIM.CO – Puluhan Cleaning Service (CS) Pemkot Bontang mengadukan pembayaran sisa gaji yang tak kunjung dibayar oleh PT Timorano Putra Mandiri, perusahaan yang ditunjuk oleh Pemkot Bontang untuk mengelola tenaga kerja CS.
Hal tersebut terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPRD Bontang, Selasa (28/11/2023) lalu.
Ketua Komisi I DPRD Bontang, Muslimin, mempertanyakan perihal kendala PT. Timorano belum membayarkan sisa gaji para CS.
“Disini saya ingin tahu kejelasannya dari permasalahan ini seperti apa makanya kita gelar RDP agar masalah yang ada bisa segera diluruskan,” ucapnya saat memimpin rapat.
Diketahui, keterlambatan pembayaran gaji sudah berjalan selama satu tahun lebih, dimana para CS akhirnya mengadukan permasalahan tersebut. “Ini semua hak mereka, dimana mereka semua memiliki kebutuhan masing-masing, yang dimana kemungkinan ada kebutuhan yang sangat mendesak untuk saat ini,” terangnya.
Sementar itu, salah satu perwakilan CS PT Timorano Mitra Mandiri, Jumiati Nurdin mengatakan bahwa ada sebanyak 86 orang yang belum dibayar perihal gaji.
“Kita dibayarkan pada awalnya sekitar 23 orang, sekitar Rp. 3,3 juta,” ucapnya saat RDP, Selasa (28/11/2023).
Jumiati bilang saat ini masih tersisa sebanyak 63 orang yang masih belum mendapatkan gaji sepenuhnya, serta ada juga yang meminta secara pribadi secara langsung oleh pimpinan PT. Timorano Mitra Mandiri.
“Masih ada sekira Rp 23 juta untuk 56 karyawan dan di Februari 2023 lalu kembali dibayarkan sekitar Rp 17 juta, dibagi dengan 55 orang,” jelasnya.
Menanggapi persolan tersebut, Direktur PT. Timorano Mitra Mandiri, Febri Patompo mengatakan jika adanya masalah internal yang menyebabkan terjadinya para gaji CS belum bisa terbayarkan sepenuhnya. Dirinya juga menerangkan bahwa akan membayar sisa gaji para CS yang belum terbayar. “Masih tertunda, dan saya akan membayarkan gaji yang belum terbayarkan bagi para CS tersebut,” tutupnya.
Reporter : Lia Abdullah|Editor : Wong|Adv|DPRD Bontang